Situng KPU Belum Bisa Diekses

JAKARTA,koranindonesia.id-Sejak pagi tadi Situs penghitungan hasil Pilkada Serentak Komisi Pemilihan Umum (KPU) lumpuh tidak bisa diekses, Sabtu (30/6/2018) pukul 11.00 WIB.

Koranindonesia.id yang ingin melihat hasil situng pukul 11.14 WIB belum juga bisa ekses di alamat di https://infopemilu.kpu.go.id/ Keterangan yang tertulis menunjukkan bahwa situs tidak bisa dijangkau. Namun, situs induk KPU yang beralamat di www.kpu.go.id  bisa diekses tapi lambat.

Dengan kejadian ini warganet mempertanyakan mengapa situs kpu itu tidak bisa dilihat atau sulit diekses.

Asrul, warga jalan Radial Palembang mempertanyakan tidak bisa ekses ke situng pilkada untuk gubernur Sumsel.

“Kami ingin tahu update dari situs KPU tapi alamat yang biasa kami lihat tidak bisa diekses  di https://infopemilu.kpu.go.id/ ,”ujarnya.

Sebelumnya anggota KPU Sumsel Liza Lizuani seperti dilansir sumeks.co.id mengatakan terkait terganggunya server data KPU RI, maka KPU Sumsel pun memberhentikan sementara situng. Giant screen yang digunakan untuk memantau perhitungan langsung oleh KPU Sumsel, dimatikan tadi malam.

“Ya, data di beberapa daerah di-hacker (diretas,red). Jadi saat ini kita belum bisa publikasikan hasil terakhir, untuk menghindari terjadinya salah persepsi di antara masyarakat,” kata Liza Lizuani, Komisioner Divisi Teknis KPU Sumsel, tadi malam.

Menurutnya, pada sekitar pukul 16.50 mulai terlihat kejanggalan oleh operator situng. Ada empat daerah yang datanya berubah. Yakni, Ogan Ilir (OI), OKI, OKU Timur (OKUT), dan OKU Selatan (OKUS). Terindikasi dari suara sah yang berkurang di empat kabupaten tersebut.

“Kan harusnya data di keempat kabupaten tersebut tidak berubah lagi, karena data yang masuk sudah 100 persen. Dan juga harusnya suara sah tidak berkurang lagi,” jelasnya.
Liza mengatakan saat ini KPU Sumsel sudah berkordinasi dengan KPU RI. Sedang menunggu perbaikan yang sedang dilakukan oleh KPU RI.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir terjadinya kecurangan. Karena perhitungan langsung yang dilakukan KPU Sumsel, tidak bisa dijadikan tolak ukur kemenangan. Karena situng ini kita lakukan hanya untuk memantau kinerja anggota diapangan dan transparansi kepda masyarakat.

“Untuk hasil akhir yang menentukan kemenangan paslon, kita masih menggunakan rekapitulasi berjenjang,” tutupnya. (ard)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.