Banner sumsel

Situasi Penyelamatan, Ribuan Napi di Palu dan Donggala ‘Kabur’

JAKARTA,koranindonesia.Id-Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengambil langkah cepat merespon situasi darurat dampak gempa Palu (Sulawesi Tengah) dengan melakukan pendataan ulang tahanan dan narapidana yang diluar akibat situasi penyelamatan.

Demikian disampaikan Direktur Jendral Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami dalam keterangan Pers dikantor Kementrian (Dirjen PAS), Senin, (1/10/2018).

Sri mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada tahanan dan narapidana pasca gempa yang berada diluar tahanan.

“Bagi tahanan yang pulang, kami sudah memberikan waktu dalam satu Minggu untuk kembali. Tahanan yang diluar ini juga sudah ada yang memberitahu akan kembali setelah melihat keluarga mereka,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers, di kantornya Jl Veteran no. 11 Jakarta Pusat, hari ini.

Dipaparkan Sri, saat ini terdapat 15 UPT di wilayah Sulawesi Tengah dan 8 diantaranya terkena dampak gempa. Sedangkan jumlah hunian keseluruhan sebanyak 3220 orang narapidana dan tahanan. UPT yang terdampak gempa adalah Lapas Palu, Rutan Palu, Rutan Donggala, Cabang Rutan Perigi, Rutan Poso, Balas Palu, LPKA Palu, LPP Palu.

“Kami juga akan melengkapi pendataan tahanan dan narapidana yang berada diluar atas situasi penyelamatan dari robohnya bangunan lapas dan rutan, serta menetapkan  masa transisi sebagai respon situasi tanggap darurat, dengan himbauan wajib lapor sampai dengan dapat berfungsi secara utuh layanan lapas dan rutan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Sri tidak menampik sempat terjadi provokasi perlawanan dengan pembakaran oleh penghuni rutan Donggala. Namun secara etika dan moral hukum, hal ini dapat dimaklumi, karena secara naluriah mereka butuh keselamatan jiwa, dan informasi tentang kondisi keluarga.

Diterangkan Sri, lumpuhnya penyelenggaraan layanan, khususnya layanan makan serta kondisi hunian yang belum seutuhnya dapat dipergunakan, menjadi pertimbangan mereka tetap berada di masyarakat dan dekat keluarga.

“Dirjen PAS akan mempertimbangkan situasi darurat dan akan menentukan batas maksimal kepada tahanan dan narapidana sebagai komitmen menjalani tindak pidananya,” tegasnya.

Untuk kepentingan pengendalian dan ketertiban keamanan lapas rutan, pihak wilayah dan lapas rutan telah melakukan kerjasama dengan kepolisian dan TNI. (Erw)

Berikut data napi dan tahanan terbaru yang disampaikan Sri Puguh:

1. Lapas Palu (515 orang kabur)
– Kapasitas 210 orang
– Terisi 581 orang
– Saat ini tersisa 66 orang

2. Rutan Palu (410 orang kabur)
– Kapasitas 120 orang
– Terisi 463 orang
– Saat ini tersisa 53 orang

3. Rutan Donggala (343 orang kabur)
– Kapasitas 108 orang
– Terisi 343 orang
– Saat ini kosong

4. LPP Palu (75 orang kabur)
– Kapasitas 100 orang
– Terisi 84 orang dan 3 bayi
– Saat ini tersisa 9 orang

5. LPKA Palu (24 orang kabur)
– Kapasitas 100 orang
– Terisi 29 orang
– Saat ini tersisa 5 orang

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.