Siswa MAN 2 Sleman Raih Medali Perak Kompetisi Riset Internasional

Sleman, koranindonesia.id— Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sleman harumkan nama Indonesia dengan prestasi internasional. Adalah Khodijatul Kubro dan Dwi Amalia, keduanya meraih medali perak International Science, Technology, and Enginering Competition (ISTEC) di Bandung seperti dikutip kemenag.go.id.

Kepala MAN 2 Sleman Wahdan Zani menjelaskan, ISTEC adalah kompetisi penelitian tingkat dunia di bidang sains, teknologi, dan rekayasa. Kompetisi ini berlangsung 13-16 Januari 2020, dan diikuti peserta dari 13 negara.  Selain Indonesia sebagai tuan rumah, ada peserta dari Turki, Afrika Selatan, Vietnam, Turkmenistan, Oman, Srilanka, Brazil, Filipina, Thailand, Palestina, Mesir, dan Malaysia.

“Tim MAN 2 Sleman meraih medali perak setelah presentasi riset dengan tema ‘Pestisida Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Sirih dan Kunyit’,” terang Wahdan di Sleman, Kamis (16/01).

Menurut Wahdan, penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya keluhan petani akan adanya serangan kutu putih terhadap tanaman dan belum ditemukan obatnya. Di bawah binaan guru pembimbing Drs. Ahmad Arif Ma’ruf M.A, M.Si, mereka mengawali risetnya dengan membaca jurnal-jurnal internasional tentang pestisida. Dari informasi yang terhimpun, keduanya lalu mencari tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat-zat anti biotik.

“Mereka menemukan Sirih dan Kunyit. Lalu, selama 15 hari melakukan eksperimen. Hasilnya, Kunyit dan Sirih ternyata dapat membasmi hama Kutu Putih,” tuturnya.

“Laporan hasil penelitian inilah yang dikirim ke ISTEC kemudian mereka diminta presentasi dan meraih medali perak,” lanjutnya.

Selain MAN 2 Sleman, ISTEC juga diikuti peserta dari MAN 4 Bantul, MAN 2 Lamongan, MAN Demak, dan MAN 4 Jakarta. Ada banyak juga utusan dari SMA, antara lain SMAN Semarang, SMAN Bengkulu dan banyak SMA lainnya. “ISTEC mendatang akan berlangsung di Turki,” tandasnya.(ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.