Banner sumsel

Sindiran Menteri Menkumham Berbuntut  Panjang, Walikota Tangerang Layangkan Nota Keberatan 

JAKARTA,koranindonesia.id- Pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoli terkait sindiran ” Tidak Ramah dan Cari gara gara” yang ditujukan kepada Walikota Tangerang pada peresmian Gedung kampus Perguruan Tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi(Poltekim) 9 juli lalu berbuntut panjang.

Walikota Tangerang Arif R Wismansyah menanggapi pernyataan tersebut dengan melayangkan nota keberatan yang ditujukan kepada Kemenkumham. Di nota keberatan tertanggal 10 juli 2019 dan ditanda tangani langsung oleh Arif tersebut tertulis bahwa Pemkot Tangerang tak bertanggung jawab dan akan menghentikan pelayanan Publik untuk bangunan yang berdiri diatas tanah milik Kemenkumham mencakup pelayanan sampah, Perbaikan jalan, Penerangan Jalan serta perbaikan drainase.

Arif menjelaskan ketentuan tersebut akan diberlakukan mulai senin 15 Juli mendatang. Dan mirisnya semua yang berada diatas tanah milik Kemenkumham seperti Komplek Kehakiman dan Komplek Pengayoman, Kecamatan Kota Tangerang turut terkena imbasnya.

“Karena memang bukan menjadi tanggung jawab kami sebelum adanya serah terima aset prasarana, sarana, dan utilitas (PSU),” ungkapnya kepada koranindonesia.id, di Tangerang, Jumat (12/07/2019).

Diketahui sebelum terjadi perseteruan ini wilayah seperti komplek pengayoman dan kehakiman telah diberikan pelayanan yang sama dengan masyarakat yang lain, namun pasca adanya pernyataan Kemenkumham tersebut pelayanan publik terhadap wilayah tersebut terancam diberhentikan. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.