Sindir Wiranto, Fahri Hamzah : Saya Pernah Mau Dibunuh, Hukum Diam Saja

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengenai rencana pengungkapan dalang yang memerintahkan untuk membunuh empat tokoh nasional.

Menurut Fahri, hukum tidak pernah bertindak saat ancaman pembunuhan diarahkan terhadap dirinya. Melalui akun twitternya @FahriHamzah menyampaikan, dirinya juga pernah diancam pembunuhan. Bahkan Fahri menyebut pernah dikepung dengan parang dan panah. Tapi saat itu, hukum diam saja. “Saya pernah juga pak.. Bahkan dikepung pakai parang, tombak dan panah,” katanya.

Bahkan menurut Fahri, dirinya juga pernah jadi target pembunuhan dengan imbalan atau sayembara pembunuhan. Tapi lagi-lagi saat itu hukum diam.”Pernah diancam sayembara pembunuhan. Saya pejabat juga. Hukum diam saja,” sebutnya pula.

Fahri juga menanggapi pernyataan Wiranto bahwa ancaman terhadap empat tokoh nasional adalah pertaruhan kredibilitas Polri.

Menurut Fahri, pertaruhan soal apa. Banyak ancaman juga datang terhadap mereka yang mengkritik pemerintah, tapi pemerintah justru diam saja. “Pertaruhan apa Pak? Tiap hari ada ancaman ke lawan sampeyan diam aja. Begitu kalian yang diancam sedikit saja.. ampun deh..,” timpalnya.

Terkait dengan apa yang terjadi di negara ini, Fahri mempertanyakan para intelektual dan para pejuang demokrasi serta HAM yang terkesan diam saja.
(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.