Banner sumsel

Sindikat Produsen Liquid Vape Mengandung Ekstasi Ditangkap

JAKARTA, koranindonesia.id – Polda Metro Jaya membongkar sindikat narkotika yang merupakan produsen cairan rokok elektrik atau liquid vape yang mengandung ekstasi, sindikat bernama ‘Reborn Cartel’ ini bermarkas di Jalan Janur Elok VII Blok QH5 No. 12 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, dari hasil penggeledahan ini, polisi berhasil membekuk 18 orang tersangka. Mereka adalah ER, DIL (23 tahun), AR (18), AG, KIM (21), TM (21), SEP (22), BUS (26), DAN (28), BR (21), VIK (20), DW (25), DK (24) dan AD (27).

Sedangkan empat orang lainnya merupakan tahanan BNN, yaitu COK (35), HAM (20), VIN (26 tahun), dan TY (28 tahun). Menurut Argo, TY menjadi dalang sindikat ini, dan mengendalikannya dari tahanan. Dia menjadi inisiator dari proses produksi vape liquid narkotika ini.

“Masih ada satu tersangka berinisial GUN yang masih buron. Polisi masih melakukan pengejaran untuk menangkap GUN,” katanya dalam konferensi pers di markas Reborn Cartel, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Diungkapkan Argo, penangkapan ini berawal dari informasi yang didapat tim dari masyarakat, bahwa sedang marak perdagangan narkotika jenis liquid vape via sosmed, sehingga tim melakukan pendalaman dengan cara memesan liquid vape dengan pembayaran M-banking tujuan rekening atas nama tersangka ER.

“Operasi ini dilakukan Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sejak 9 Oktober 2018 hingga 2 November 2018. Kemudian, Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Puslabfor Polri dan LP Cipinang, untuk melakukan penggeledahan di Kelapa Gading,” jelasnya.

Argo menambahkan, saat melakukan penggeledahan di markas Reborn Cartel, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya adalah 10 botol kecil merk Illusion berisi cairan liquid vape, helm ojek online, buku tabungan, kartu identitas, alat-alat laboratorium, satu unit mobil Avanza berisi produk siap jual, satu unit mobil BMW Silver, dan satu unit mobil BMW Hitam.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2), juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang No 35/ 2009 tentang Narkotika. Para tersangka terancam hukuman penjara paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.