Banner sumsel

Sidang PLTU Riau 1, Ada Inisial JK Penerima Fee

JAKARTA,koranindonesia.Id- Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan tulisan pembagian jatah fee untuk beberapa pihak terkait PLTU Riau1, yang dibenarkan oleh Bos Blackgold Natural Resources Ltd, Johanes B Kotjo.

Dalam tulisan yang ditampilkan oleh jaksa KPK ada tujuh nama yang dituliskan. Namun yang sangat dikagetkan ada nama yang beranisial JK dan JN hingga pihak lain yang membantu proses proyek PLTU Riau-1. Berikut nama-nama yang tercantum rencana pembagian jatah.

Nama-nama tersebut adalah JK – USD 6 juta, SN – USD 6 juta, AR – USD 6 juta, PR – USD 3,1 juta, Rudy – USD 1 juta, IK – USD 1 juta, James – USD 1 juta dan Others – USD 875 ribu. Adanya inisial JK membuat pertanyaan bagi jaksa KPK saat sidang pemeriksaan terdakwa Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

Pertanyaan jaksa KPK itu langsung di jawab oleh Kotjo bahwa inisial JK itu dirinya sendiri bukan wakil presiden Jusuf Kalla. Sementara SN adalah Setya Novanto, AR adalah Andreas Rinaldi.

Dengan mengatakan dirinya JK, Jaksa bertanya kembali kepada Kotjo apakah anda mendapat fee? Dengan santai tersangka Kotjo menjawab pertanyaan yang diajukan jaksa KPK tersebut. Dirinya mengaku mendapat fee hasil kerja dirinya dalam kasus PLTU Riau1 tersebut.

Selain menyebutkan inisial diatas dalam sidang ini juga Kotjo menyebutkan inisial lainnya yaitu, PR merujuk pada CEO Blackgold Natural Resources Ltd Richard Philip Cecil, Rudy merujuk pada Direktur Utama PT Samantaka Batubara Rudy Herlambang, IK merujuk pada Chairman Blackgold Natural Resources Ltd Intekhab Khan, James merujuk Direktur Utama PT Samantaka Batubara James Rijanto, Othes merujuk pada pihak-pihak lain yang membantu.

Sedangkan jatah untuk Eni disebut Kotjo diambil dari pihak lain yang membantu. Jatah Eni sebesar USD 500 ribu.

“Bu Eni others diambil dari situ USD 500 ribu,” kata Kotjo. Atas rencana pembagian itu, jaksa merasa heran bagian jatah fee untuk eks Ketua DPR Setya Novanto sebesar USD 6 juta. Menurut Kotjo, Novanto merupakan teman yang sudah membantunya terkait proyek tersebut.

“Saya dengan Setya Novanto sudah lama kenal. Jadi terima kasih beliau yang menghubungkan dengan Pak Sofyan Basir jadi saya kasih dia fee tersebut,” kata Kotjo.

Dalam perkara ini, Kotjo didakwa menyuap Eni dan Idrus sebesar Rp 4,7 miliar. Duit itu dimaksudkan agar perusahaan Kotjo, Blackgold Natural Resources Limited, bisa menggarap proyek PLTU Riau-1. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.