Sidang Perdana, Pemberi Suap Bupati Muaraenim Tak Ajukan Eksepsi

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Robi Okta Fahlevi, terdakwa pemberi suap kepada Bupati Muaraenim nonaktif Ahmad Yani menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (20/11).

Usai tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI membacakan surat dakwaan, terdakwa Robi melalui penasehat hukumnya menyatakan tidak nota keberatan (eksepsi).

Sehingga sidang selanjutnya diagendakan pemeriksaan saksi-saksi dari jaksa penuntut umum. Namun sebelum majelis hakim yang diketuai Bongbongan Silaban menutup sidang, tim kuasa hukum mengajukan pembukaan blokir rekening terdakwa.

Menanggapi pengajuan secara tertulis tersebut, Bongbongan menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu bersama dua hakim anggotanya, Abu Hanifah dan Junaidah.

Sementara itu dalam dakwaan jaksa disebutkan bahwa terdakwa selaku Direktur PT Indo Paser Beton dan CV Ayas Co yang telah memberikan sejumlah uang dan dua unit mobil kepada Ahmad Yani.

Semua itu sebagai realisasi komitmen fee 15% dari rencana pemberian pekerjaan 16 paket proyek terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim di Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim tahun 2019.

Atas perbuatannya, Robi didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.