Banner sumsel

Siaga Karhutla di Sumsel Tahun Ini Telan Rp 1 Triliun

PALEMBANG,koranindonesia.id--Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berlangsung sejak 1 Februari hingga 31 Oktober 2018 dinilai memakan banyak biaya terutama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yakni hampir mencapai Rp 1 triliun.

“Ya, kalau menurut keterangan dari BNPB segitu dana APBN yang dikeluarkan untuk penanganan Karhutla sejak Februari hingga Oktober,” ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (5/11).

Berbeda halnya dengan APBD yang hanya dikeluarkan operasional saja. Meskipun begitu, dirinya tidak mengetahui besaran APBD yang dikeluarkan dalam penanganan Karhutla ini. Menurutnya, besarnya dana APBN yang dikeluarkan ini sangat disayang, namun tentunya menjadi pengalaman agar kedepan lebih baik lagi.

“Karena itu, mengawali tahun depan maka perlu dilakukan edukasi dengan melibatkan semua lapisan,” terangnya.

Ia juga mengakui Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat saat ini diluar kebiasaan para petani. Seperti diketahui, petani lebih sering membuka lahan dengan membakar karena lebih murah, sedangkan dalam Perda membakar lahan bakal disanksi.

Karena itu, pihaknya mewacanakan agar perda tersebut tetap dijalankan. Namun, petani tetap merasa tidak terbebankan. Solusinya yaitu, meminjamkan secara gratis alat berat kepada para petani untuk membuka lahan. Bahkan, bila perlu termasuk bbm pun disubsidi oleh Pemprov Sumsel.

“Kita kan punya banyak alat berat jadi bisa kita pinjamkan ke petani yang ingin membuka lahan. Tapi, kami harus melihat dulu aturannya. Kalau memang aturannya harus menyewa maka Pemprov Sumsel yang membayarnya,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengaku dalam siaga karhutla banyak mendapatkan bantuan dari pusat. Namun, bantuan tersebut berupa barang bukan uang.

Bantuan tersebut diantaranya Helikopter, pompa, selang dan lain sebagainya. Karena itu, dirinya tidak mengetahui persis biaya yang dikeluarkan APBN maupun APBD.

“Kalau APBD itu sedikit memang kebanyakan itu APBN,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama siaga karhutla berlangsung tercatat total lahan di Sumsel yang terbakar yakni mencapai 37.362 hektar lahan. Dimana yang lahan paling luas terbakar berada di Kabupaten OKI yakni mencapai 19.402 hektar.

“Saat ini siaga karhutla sudah resmi dicabut dan seluruh instansi terlibat sudah dikembalikan ke satuannya masing-masing,” pungkasnya.

(ram)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.