Banner sumsel

Siaga Karhutla di Sumsel Resmi Dicabut

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) resmi mencabut status siaga karhutla, Kamis (1/11/2018). Pencabutan status ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel.

Dalam SK Gubernur Sumsel status siaga karhutla ini diterapkan sejak 1 Februari hingga 31 Oktober 2018.

Komandan Satuan Petugas (Dansatgas) Karhutla, Kolonel Inf Iman Budiman mengatakan, dengan berakhirnya statu siaga ini, maka seluruh anggota baik Kodam maupun kepolisian menarik seluruh anggotanya untuk kembali ke satuan masing-masing.

Saat ini, ia mengaku kondisi cuaca sudah membaik meskipun begitu, potensi karhutla tetap ada. Sehingga, pengawasan untuk karhutla ini kembali kepada otoritas pemerintah daerah setempat.

“Kami harap pemerintah daerah lebih memperketat aturan sehingga menjadi modal untuk tahun depan,” ungkap Iman, Kamis (1/11).

Dari hasil evaluasi selama berlangsungnya siaga Karhutla ini, kata dia, banyak masyarakat bawah yang belum mengenal aturan larangan pembakaran hutan dan lahan. Sehingga masyarakat khusus para petani masih ada yang membuka lahan dengan cara membakar. Padahal, dampaknya tidak hanya daerah tersebut tetapi juga daerah sekitar.

“Kami minta juga daerah tetangga juga menegur jika memang dirasakan berdampak, seperti contoh angin dari daerah OKI dan Ogan Ilir itu berhembus ke Kota Palembang sehingga jika terjadi karhutla maka asapnya akan terbawa ke Palembang. Nah, selama ini daerah tetangga ini tidak pernah menegur jadi kami harap muncul kewibawaan sehingga jika dirasakan dampak segera tegur daerah tersebut,” ujarnya.

Ia mengakui saat ini pihaknya juga sudah siap jika diminta untuk bantuan siaga banjir dan longsor. Pasukan yang akan diturunkan yakni satu batalyon lebih.

“Kami masih menunggu, yang jelas kami sudah siap jika memang diminta,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.