Banner Pemprov 17 Agustus

Setelah Survei Litbang Kompas, Pengamat : Hal Ini Pula Jadi Faktor Kemenangan Prabowo

JAKARTA, koranindonesia.id – Setelah Kompas merilis hasil survei yang menempatkan elektabilitas petahana di bawah 50%, beberapa hasil survei lembaga lain juga mulai mengamini hasil yang sama. Sabang Merauke Institut (SMI) bahkan menyebut Prabowo unggul 5% di pulau Jawa.

“Itulah alasan kenapa saya sebagai ahli sosial politik meyakini bahwa Prabowo akan unggul 51% di Pulau Jawa. Harus dilihat dari antusiasme rakyat dalam kampanye yang berlangsung. Apakah rakyat terlihat lebih antusias dalam mendatangi kampanye Jokowi atau Prabowo?” tutur Direktur Riset SMI, Syahganda Nainggolan, saat dihubungi, Minggu (7/4/2019).

Menanggapi hal itu, Peneliti Politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah menilai, kecenderungan Prabowo berpotensi keluar sebagai pemenang pada pertarungan Pilpres 2019, sangat mungkin selama pergerakan elektabilitasnya konsisten.

“Peluang menang itu ada, selama konsisten dan mampu mengelola elektabilitas untuk tetap bergerak, sementara petahana hingga saat ini cenderung stabil, bahkan menurun meskipun dalam porsi yang sangat kecil,” ujar Dedi saat dihubungi, Minggu (7/4/2019).

Dedi sendiri meyakini, bahwa momentum kampanye akbar yang berlangsung hari ini memiliki daya ungkit elektabilitas. Sehingga, menurutnya, penting bagi Prabowo menghadirkan massa yang besar selama kampanye.

“Secara psikologis, publik mudah terpengaruh dengan keriuhan kampanye, kelompok mana yang dominan dan besar, punya peluang menekan kelompok yang lebih kecil, pengaruhi pemilih yang belum menentukan pilihan,” ungkapnya.

Untuk itu, hemat Dedi, kedua kubu akan berlomba menghadirkan massa besar-besaran di tiap kampanye dilakukan. “Ada saja publik yang terbawa euphoria kampanye, semakin besar massa terkumpul, semakin berpeluamg mempengaruhi pemilih baru,” pungkasnya.
(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.