Banner sumsel

Setelah Empat Tahun Erupsi, Gunung Sinabung Turun Status Siaga

KARO,koranindonesia.id – Gunung Sinabung pernah mengalami dua kali kenaikan menjadi status awas. Pertama pada erupsi 24 November 2013, namun pada 8 April 2014 tingkat aktivitas Gunung Sinabung kembali diturunkan dari level IV (Awas) menjadi level III (siaga). Kemudian pada 2 Juni 2015, pukul 23.00 WIB dinaikkan kembali menjadi awas. Setelah empat tahun Gunung Sinabung berstatus Awas, PVMBG dalam keterangan resminya menurunkan status Gunungapi Sinabung, Karo, Sumatera Utara dari level IV (awas) menjadi level III (siaga) terhitung  20 Mei 2019, pukul 10.00 WIB.

Rilis BNPB menyebutkan penyebab diturunkannya status adalah pengamatan visual periode Januari 2018 hingga Mei 2019 yang menunjukkan penurunan erupsi. Pasca erupsi terakhir pada Juni 2018, yang didominasi hembusan gas. Kemunculan gempa Hybrid pada 7,11 dan 12 Mei 2019 lalu, menunjukkan bahwa saat ini sumber aktivitas vulkanik bertekanan lemah. Mencirikan “sudden magmatic pulse” dicirikan oleh intensitas letusan yang relatif kecil dan tidak didahului oleh peningkatan gempa-gempa vulkanik.

Masyarakat dihimbau tetap waspada dan hati-hati terhadap potensi adanya erupsi dan banjir lahar sewaktu-waktu. Selain itu masyarakat dan pengunjung/wisatawan diharapkan tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi. Serta lokasi di dalam radius 3 km untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 km untuk sektor Timur-Utara, dan radius 3 km untuk sektor Utara –Barat dari puncak Gunung Sinabung. (*)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.