Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Sepi Penumpang, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan, Imbas Pandemi Covid-19

JAKARTA, koranindonesia.id – Lion Air memutuskan untuk merumahkan 25 persen sampai 35 persen atau mencapai 8.000 orang dari total 23.000 karyawan. Keputusan ini diambil untuk mencegah Lion Air dari kebangkrutan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, selama karyawan yang berstatus dirumahkan, Lion Air Group akan membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan.

Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual (online) sesuai dengan bagian (unit) masing-masing.

“Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (31/7)

Danang menambahkan Lion Air mengalami kondisi pendapatan sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi, terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi.

Sementara, operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar.

“Keputusan berat tersebut diambil bertujuan utama sebagai konsentrasi efektif dan efisien, sejalan mempertahankan bisnis yang berkesinambungan dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal dari dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Danang mengungkapkan, guna menjaga kontinuitas perusahaan, Lion Air Group tetap beroperasi secara bertahap. Rata-rata mengoperasikan 10 persen sampai 15 persen dari kapasitas normal sebelum pandemi Covid-19 yakni rerata 1.400 penerbangan per hari.

“Atas kondisi tersebut, menyebabkan jumlah produksi pekerjaan dengan sumber daya manusia tidak sesuai secara perhitungan (tidak sebanding/ tidak berimbang),” jelasnya.

(AU)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.