Sempat Buron, Owner Travel Umroh Diciduk Polisi

BATURAJA,koranindonesia.Id – Gara-gara telah menipu 15 calon jemaahnya, Direktur PT Doa Arafah Madinah, Marta Dinata (29), diciduk polisi. Pelaku sendiri sempat buron selama beberapa bulan, sebelum akhirnya dijebloskan ke penjara.

Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari, didampingi Kasat Reskrim, AKP Alex Andrian, saat press rilis, Kamis (22/11/2018), menjelaskan, terungkapnya kasus penipuan ini bermula dari laporan korbannya, Rizki Citra Monarita (29), PNS di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja beberapa bulan silam.

“Menurut korban, mereka mendaftar untuk berangkat umroh ke PT Doa Arafah Madinah yang dipimpin tersangka pada Desember 2017 silam,” kata Kapolres.

Setelah melunasi ongkos umrohnya kata Kapolres, pelaku berjanji akan memberangkatkan ke-15 korban ke Mekkah pada medio Maret 2018. Namun setelah tiba di Jakarta, para korban hanya diinapkan di Hotel Tanggerang Banten selama tiga hari, sementara pelaku langsung kabur melarikan diri. “Total kerugian yang diderita para korban adalah Rp285,3 juta,” kata Kapolres.

Pelaku sendiri lanjut Kapolres, awalnya menggunakan nama PT Doa Arafah Madinah untuk memikat konsumennya. Namun di tengah perjalanan, ternyata perusahaan yang berpusat di Jakarta itu mengalami masalah sehingga tutup.

Kemudian pelaku membuat perusahaan sendiri dengan nama PT Doa Al-Amin Mekkah Madinah, namun belum mengantongi izin usaha dari Kemenag RI alias perusahaan palsu.

Kapolres mengaku, kemungkinan selain tersangka ada pelaku lain yang terlibat di dalam kasus penipuan itu. “Kita masih kembangkan. Kemungkinan memang ada. Yang jelas jika terbukti menerima fee dan mengajak para jemaah, maka yang bersangkutan akan kita amankan,” tandas Kapolres.

Sementara Marta Dinata sendiri mengakui semua perbuatannya. Hal itu dilakukan karena khilaf. “Saya pasrah saja pak. Apa boleh buat inilah resikonya,” tandasnya. (tin)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.