Banner sumsel

Selama Ramadan, Pemprov Sumsel Wajibkan THM Setop Beroperasi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Sumsel H. Aris Saputra mengimbau, seluruh masyarakat khususnya bagi pemilik, pengelola, dan pengusaha tempat hiburan malam (THM) dan sejenisnya untuk tidak beroperasi sepanjang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Hal tersebut bertujuan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Sebetulnya aturan  ini kan sudah berlangsung biasa dari tahun ke tahun, namun kita mengingatkan kembali, terutama kepada pemilik pengelola dan pengusaha tempat-tempat hiburan antara lain klub malam, bar, karaoke, diskotik, panti pijat, baik pijat tradisional maupun pijat modern, kita ingatkan kembali dimulai dari H-1 hingga H+2 bulan suci Ramadan 1440 Hijriah ini, agar mereka para pengusaha, pengelola, maupun pemilik tempat-tempat hiburan menutup tempat hiburannya, sehingga tercipta ketenangan, ketentraman, ketertiban, dan kekhusyukan bagi masyarakat, khususnya yang beragama Islam dalam rangka menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh,” ungkap Aris Saputra, ditemui di ruang kerjanya, Minggu (28/4/2019).

Kendati demikian, Aris menuturkan, ada pengecualian yang tidak bisa menutup secara penuh, karena tempat-tempat hiburan tersebut menyatu dengan hotel. Menurutnya, tempat hiburan tersebut diperkenankan untuk tetap dibuka namun diatur waktu operasionalnya , yaitu pukul 21.00-24.00 WIB. “Namun, tidak diperkenankan menyediakan wanita-wanita penghibur, hiburan tetap jalan namun dibatasi,” terangnya.

Selain pengusaha tempat hiburan, kata dia, pengusaha restoran, rumah makan, dan warung kopi juga turut diimbau untuk menyesuaikan jam operasionalnya, serta menutup tempat usahanya dengan tirai, terutama di tempat-tempat yang bersentuhan dan terlihat langsung oleh masyarakat umum.

“Mereka boleh buka, namun mereka harus menutup tempat usaha mereka dengan tabir terutama tempat-tempat yang terlihat langsung oleh  masyarakat umum. Silakan buka, kita tidak menutup usahanya, namun mereka tidak demonstratif, pelaksanaannya nanti kita awasi dan kita akan kerjasama, dan mohon bantuan Satpol PP kabupaten/kota untuk mengawasi sampai dengan memberikan sanksi, apabila ada yang melanggar sesuai  tahapan dan aturan yang berlaku di wilayahnya masing-masing,” tambahnya

Ia juga menyampaikan, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengharapkan, agar Provinsi Sumsel selama bulan suci Ramadan 1440 H dapat kondusif, dimana tercipta kenyamanan, ketentraman, dan kekhusyukan bagi umat Islam, untuk menjalankan ibadah puasa dan yang terpenting toleransi antar agama.

“Jadi ini nanti secara operasional langsung diawasi oleh Satpol PP kabupaten/kota bersama-sama, dengan pihak-pihak aparat lainnya seperti Kepolisian, TNI, termasuk juga BNN, dan BPOM. Dalam waktu dekat, saya menjadwalkan untuk turun ke lapangan terutama di Kota Palembang, saya akan bersama-sama Satpol PP Kota Palembang, akan mengadakan operasi sekaligus sosialisasi di tempat-tempat hiburan itu , mungkin H-3 karena H-1 mereka sudah tutup,” pungkasnya.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.