Selama Januari 2019, Penderita DBD Naik Signifikan Capai 132 Kasus

PALEMBANG, koranindonesia.Id-Kasus Demam Berdarah Degue (DBD) di Palembang selama Januari 2019, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga 31 Januari tercatat ada 132 kasus, jumlah ini meningkat signifikan jika dibanding Januari 2018 hanya 63 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Fauziah mengatakan, naiknya angka kasus DBD di pengaruhi musim hujan yang saat ini tengah terjadi.

“Musim hujan membuat rentang hidup nyamuk lebih panjang, potensi terjadi genangan air sebagai sarang nyamuk lebih tinggi, karena itu ketika musim ini sedang berlangsung kejadian kasus DBD cendrung meningkat,” katanya.

Berdasarkan data, kasus DBD di Januari tahun ini banyak terdapat di daerah kecamatan  Sukarami dengan 19 kasus,Ilir Barat I 14 kasus dan Jakabaring serta Alang-Alang Lebar 10 kasus. Dari angka itu, belum ada laporan pasien meninggal.

“Untuk sebaran lokasi memang lebih cendrung di tengah kota, bukan di kawasan seberang Ulu. Alhamdulillah walaupun meningkat, belum ada kasus meninggal karena DBD,” ujarnya.

Secara history, sejak 8 tahun terkahir, yaitu  2010 kasus DBD ternyata sebanyak 675 kasus, 2011 sebanyak 723, 2012 yakni 883 kasus, tahun 2013 438 kasus, tahun 2014, 622 kasus,  2015 terjadi peningkatan cukup besar  yakni  981 kasus, 2016  932 kasus, 2017 ada 693 kasus dan 2018  menurun lagi menjadi 642 kasus.

“Sepanjang 8 tahun terakhir, tercatat 2015 kasus yang paling banyak namun tidak masuk kejadian luar biasa. Palembang belum pernah KLB DBD,” imbuhnya.

Sedangkan berdasarkan rentang usia, kasus DBD lebih dominan  terjadi di usia anak-anak sekolah yakni 5 sampai 14 tahun. “Anak-anak lebih tinggi kasus DBD, karena nyamuk mengigit berdasarkan sensor panas, anak-anak yang aktif membuat suhu tubuh mereka  lebih hangat, sehingga resiko di gigit nyamuk lebih tinggi,” ujarnya.

Dilanjutkannya, karena musim hujan akan terus berlangsung sampai Februari, maka untuk pengendalian kasus, upaya pencegahan harus dilakukan. “Satu-satunya cara dengan pencegahan, mulai dari 3M, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan semak, sampah, dan lainnya hingga menebar larvasida dan ikan tempalo di tempat penampungan air,” jelasnya.

Bahkan, untuk peningkatkan pencegahan DBD, Dinkes kota Palembang mengajukan bantuan 10 ribu ikan Tempalo. “Ini sudah kita usulkan, dan nanti akan di sebar ke rumah-rumah masyarakat,” katanya.

Selain itu, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar sarang nyamuk di berantas, maka diadakan lomba penyuluhan DBD di luar ruangan. “Jadi sistemnya bukan lagi penyuluhan di ruangan tapi, langsung terjun ke masyarakat, bukan hanya edukasi tapi juga mengingatkan dan terjun langsung,” terangnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.