Banner sumsel

Selama 2019 Hanya Empat Kasus DBD di OKU

BATURAJA,koranindonesia.Id–Selama 2019, penyakit Demam Berdarah Denque (DBD) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tak banyak ditemukan.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dunas Kesehatan OKU Andi Prapto yang menyebutkan, diawal tahun 2019 periode Januari sampai Februari 2019 tercatat terjadi 4 kasus DBD di OKU. Empat kasus DBD ini rata-rata terjadi tiga tempat yakni kawasan Sukaraya dan Kelurahan Sekar Jaya, dan di Peninjauan. “Warga yang terjangkit DBD saat ini sudah sembuh,” ucap Andi.

Dikatakan Andi saat ini kasus DBD yang terjadi di OKU masih tergolong aman, sebab kasus DBD yang terjadi tidak mengelompok disatu tempat. Saat ini Dinkes OKU sedang gencar melakukan pencegahan terjadinya DBD di OKU, menurutnya pihaknya tak ingin kecolongan yang menyebabkan hal yang fatal kepada penderita DBD. Seperti yang terjadi pada tahun 2017 yang mengakibatkan satu orang balita usia 3,5 tahun meninggal dunia akibat terjangkit DBD.

Pada tahun 2017disebutkan Andi terjadi 14 kasus DBD satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan pada tahun 2018 terjadi 20 kasus. “Usia penderita rata-rata dewasa kisaran 17-38 tahun,”sebutnya.

Meski kasus DBD yang terjadi saat ini tidak banyak, sambung Andi, warga diminta tetap harus waspada. Pihaknya lanjut Andi telah melakukan upaya pencegahan dengan menyampaikan kepada pihak rumah sakit, puskesmas dan unit kesehatan lain bila ada warga yang terdeteksi kemungkinan terkena DBD untuk cepat dilaporkan.

“Kami minta warga tetap waspada dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” katanya. (tin)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.