Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Sekjen DPR RI Serahkan Naskah Final UU Ciptaker ke Setneg

JAKARTA, koranindonesia.id – Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan draft final RUU Cipta Tenaga Kerja (Ciptaker) kepada Presiden Joko Widodo, Rabu siang (14/10/20200).

Kepada wartawan , Indra Iskandar mengakatan dirinya akan berangkat menuju Istana Presiden dan akan diterima oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk menyerahkan draft final Rancangan Undang-Undang yang telah disahkan oleh DPR RI tersebut.
Menurut dia, draf RUU Ciptaker yang akan dikirimkan sebanyak 812 halaman yang telah dilakukan penyempurnaan redaksionalnya.
“Iya, seperti kepamarin disampaikan oleh DPR, jumlah halamannya ada 812,” kata Indra kepada awak media di Gedung Nusantar III Senayan, Jakarta.
“Iya, benar (draf RUU Ciptaker yang dikirimkan ke Presiden berjumlah 812 halaman),” ujarnya.
Usai menemui wartawan di Gedung Nusantara III, Indra Iskandar langsung berangkat menuju Istana Presiden untuk selanjutnya menyerahkan draf final RUU Cipnaker yang hingga saat ini masih jadi polemik di masyarakat itu.

Diketahui sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas telah mengklarifikasi simpang siur yang terjadi mengenai jumlah halaman Undang-Undang Cipta Kerja yang sebenarnya.
Ia menegaskan, bahwa UU Cipta Kerja yang resmi hanya berisi 488 halaman. Namun, apabila ditambah dengan jumlah halaman penjelasan UU tersebut, total halaman menjadi 812 halaman.

“Kalau sebatas pada UU Cipta Kerja, hanya sebatas 488 halaman. Ditambah penjelasan menjadi 812 halaman,” ujar Azis dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Dijelaskan Azis, bahwa pada saat pembahasan di Panitia Kerja RUU Cipta Kerja, margin kertas masih ukuran biasa (A4).
Nah, ketika draf dibawa ke Sekretariat Jenderal DPR RI, ketentuan margin harus mengikuti standar yang disepakati oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Maka, margin kertas diganti menjadi ukuran legal. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.