Banner Pemprov 17 Agustus

Sejumlah Tokoh Hadiri Kongres Boemiputra

JAKARTA, koranindonesia.id – Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia bertajuk “Kembalikan Hak-hak Boemipoetra: Jadilah Tuan di Negeri Sendiri” digelar di Hotel Alia, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019)

Tokoh yang hadir diantaranya inisiator Kongres Boemipoetra Nusantara Indonesia MS Kaban, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan KeamananTedjo Edhy Purdijatno mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki, dan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Prof. Dr. Mubarok.

Peserta kongres yang berlangsung dari 28 – 31 Maret 2019 ini melibatkan 34 provinsi yang mengirimkan masing masing lima orang ditambah keterlibatan 15 raja dan sultan dari Aceh hingga Papua.

Menurut Ketua Panitia Kongres, Max Sopacua, kegiatan ini tak lain adalah sebagai upaya untuk mengembalikan peran Boemipoetra ke asalnya, yakni priboemi sebagai pemilik dan penguasa negeri ini. “Kita harus kembalikan ke khittah, Priboemi adalah penguasa negara. Bukan yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, dulu saat zaman kolonial, strata sosial Boemipoetra berada di urutan ketiga. Kini sesudah 73 tahun merdeka strata itu tak berubah. “Pada era kolonial strata terbagi menjadi Belanda atau Eropa, Timur Asing kemudian Priboemi. Nah sekarang strata pertama adalah Pemerintah, China dan Priboemi,” kata dia.

Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat ini menegaskan bahwa mengenai Boemiputra tidak ada kaitannya dengan ujaran kebencian atau ingin membenturkan pribumi dan non pribumi. “Kongres ini sangat ilmiah. Tidak ada rasisme atau mengancam kebhinekaan,” ujarnya.

“Definisi Boemipoetra tidak harus diperdebatkan lagi karena sudah diakui PBB dan sangat ilmiah,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Kaban berharap Boemipoetra menjadi motor penggerak untuk mendorong Boemipoetra menjadi tuan di negaranya sendiri. “Itulah tujuan dari kongres ini,” tandasnya.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.