Banner Pemprov 17 Agustus

Sejumlah Daerah  di Ibukota Berpotensi Kekeringan Akibat Musim Kemarau 

 

JAKARTA,koranindonesia.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengantisipasi beberapa daerah di ibukota yang berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang saat ini terjadi.
Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo mengatakan kalau melihat dari pengalaman 2015, yang terkena itu daerah Kamal dan Tegal Alur di Jakarta Barat. Tapi kita tetap antisipasi dengan memonitor semua wilayah. Kalau memang terjadi, kita akan berikan bantuan. Dikatakannya BPBD sudah memetakan beberapa wilayah yang memiliki potensi mengalami kekeringan karena musim kemarau yang panjang.
“Daerah-daerah itu antara lain Halim dan Pulogadung di Jakarta Timur, Ciganjur, Lebak Bulus, Manggarai, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Pakubuwono, Setiabudi, Karet dan Ragunan untuk wilayah Jakarta Selatan,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (10/07/2019).

Selain itu, Tanjung Priok, Sunter dan Teluk Gong, di utara Jakarta juga memiliki potensi kekerigan bersama dengan daerah Kembangan, Kedoya Selatan, Tomang Barat, dan Cengkareng untuk Jakarta Barat.

“Di Jakarta Pusat potensinya di daerah Cideng, Kemayoran dan Waduk Melati diantisipasi mengalaminya,” jelasnya.

Dipaparkan Subejo, wilayah Jakarta sejauh ini secara garis besar masih berstatus aman dari ancaman kekeringan yang melanda beberapa bagian Pulau Jawa.

“Kalau untuk Jakarta sebetulnya dampaknya belum serius, mungkin hanya beberapa daerah tertentu. Daerah yang belum masuk jaringan PDAM, yang masih pakai sumur,” tandanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2019 dengan beberapa wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara memiliki potensi kekeringan meteorologis atau iklim. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.