Banner Pemprov 17 Agustus

Sejak Pagi Kondisi Wiko Sudah Menurun

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Sebelum dinyatakan meninggal pada Jumat (19/7) pukul 20.10 Wib, kondisi kesehatan Wiko Jerianda (14) sudah menurun sejak pagi.

 

Hal itu disampaikan Firli Darta, pengacara keluarga terduga korban kekerasan saat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia tersebut.

 

“Dokter sudah bilang sejak pagi, kalau kondisi Wiko memburuk,” ujar Firli saat ditemui di rumah duka di Komplek Srimas, Jalan Pertahanan IV, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II Palembang, Sabtu (20/7/2019).

 

Menurut Firli, sejak kecil korban sudah bercita-cita menjadi tentara dan untuk mencapai tujuannya itu ia memilih bersekolah di SMA Taruna Indonesia setelah lulus dari SMP PGRI I Palembang dan senang berolahraga.

“Wiko diantar orang tuanya ke SMA Taruna pada 6 Juli dan saat pisah dengan orangtuanya sempat menangis, padahal sebelumnya tidak pernah,” paparnya.

 

Selain itu Firli menjelaskan pihaknya belum mendapat hasil rekam medis dari rumah sakit karena setelah dinyatakan meninggal, keluarga langsung membawa Wiko pulang ke rumah duka.

“Rekam medis belum kita ambil karena tadi malam langsung pulang. Serta sebelum Wiko di operasi, orang tua melihat lebam-lebam di belakang tubuhnya,” jelasnya.

 

Wiko juga mengaku, dirinya melanjutkan, mendapat kekerasan saat mengikuti masa orientasi di sekolah tersebut. “Tadi malam kita sudah membuat laporan di Polresta,”  tandasnya.

Sementara itu pantauan di lapangan terlihat sejak pagi rumah duka sudah ramai didatangi pelayat, baik keluarga, kerabat, teman korban semasa SMP dan sejumlah unsur Dinas Pendidikan Sumsel yang dipimpin Kadisdik Widodo. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.