Banner sumsel

Sejak Masa Kampanye, Polresta Solo Amankan Ratusan Sepeda Motor Tak Sesuai Standar

SOLO, koranindonesia.id – Ratusan sepeda motor diamankan oleh aparat selama masa kampanye hingga perayaan kemenangan salah satu pasangan capres-cawapres secara berlebihan pada Rabu (17/4) malam. Sebagian kendaraan sudah ada yang diambil, namun sebagian lagi diantaranya masih berada di Mapolresta Solo.

Waka Polresta Solo AKBP Andy Rifai mengatakan, upaya tegas yang dilakukan oleh aparat gabungan dari TNI-Polri ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas di Kota Solo. Mengingat, situasi, dan kondisi saat ini dapat memicu gesekan antar kelompok. “Sifatnya antisipasi. Agar tidak ada pihak-pihak yang merasa tersinggung atau terganggu dengan aksi konvoi kendaraan yang menggunakan knalpot brong,” kata Andy.

Disisi lain, Andy juga mengatakan, agar pihak-pihak tertentu tidak saling menghasut sehingga dapat menimbulkan hal yang tidak diinginkan di Kota Bengawan. “Kami menghargai masing-masing pihak. Jangan sampai, masing-masing pihak saling memprovokasi hingga terjadi hal yang tak diinginkan,” kata Andy.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polresta Solo, Kompol Busroni mengatakan, 200 unit lebih sepeda motor diamankan di Mapolresta Solo selama musim kampanye beberapa waktu lalu. Jumlah tersebut, masih ditambah dengan puluhan kendaraan yang diamankan saat euphoria berlebihan hingga mengganggu ketentraman warga masyarakat. “Jika ditotal, mungkin ada 200 an lebih jumlahnya sejak kampanye kemarin,” kata Busroni.

Terkait pengambilan kendaraan tersebut, Busroni mengatakan, pemilik harus melengkapi kelengkapan kendaraan. Baik itu spion, knalpot hingga surat kendaraan. Jika kendaraan dalam keadaan mati pajak, maka pemilik wajib membayar pajak terlebih dahulu. “Termasuk, membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi tindakan serupa. Dengan ditandatangani dari RT/ RW. Sedangkan, bagi yang masih bersekolah harus sepengetahuan dari pihak sekolah,” jelas Busroni.

(ali)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.