Banner sumsel

Sebut Ekonomi Indonesia Kuat, ADB: Depresiasi Rupiah Terlalu Berlebihan

BALI, koranindonesia.id – Presiden  Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB), Takehiko Nakau menilai, bahwa secara umum kondisi ekonomi makro Indonesia sangat kuat, dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 5% atau di atas pertumbuhan internasional sebesar 3%.

“Jadi, mereka mengatur kondisi makro ekonomi yang stabil,” kata Takehiko Nakao usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi)  di sela-sela acara Annual Meetings IMF-World Bank Group, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018) siang.

Sementara terkait merosotnya nilai tukar rupiah, Presiden ADB itu menilai, bahwa nilai tukar mata uang Indonesia itu telah mengalami depresiasi yang berlebihan, dan tidak menunjukkan nilai fundamentalnya.

“Itu karena sentimen spekulatif, karena efek kebijakan cadangan federal (Bank Sentral AS), dan beberapa masalah karena alasan lain, maksud saya dalam ekonomi makro yang muncul,” jelas Takehiko, dilansir setkab.go.id.

Mengenai pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Presiden ADB mengakui telah menawarkan bantuan pinjaman sebesar USD1 miliar untuk penanganan paska gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, akhir September lalu.

“Jadi, USD500 juta dukungan anggaran, dan USD500 juta dukungan proyek untuk air, sanitasi, listrik, jembatan, sekolah dan sebagainya,” kata Takehiko.

Mengenai kemungkinan pinjaman di atas USD2 miliar, Takehiko menilai itu hal yang biasa, dan akan diproses di dalam dewan direktur ADB.

“Kami perlu persetujuan dewan untuk ini, tetapi kami ingin memproses pinjaman ini dengan cepat,” ucap Takehiko.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.