Banner sumsel

Sebelum Lompat dari Musi IV, Inta Sempat Tinggalkan Surat Wasiat

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Sebelum memilih mengakhiri hidup dengan cara melompat ke Sungai Musi dari Jembatan Musi IV, Inta Ferin (22) sempat meninggalkan sepucuk surat sebagai pesan terakhir.

Inta yang merupakan mahasiswi semester V di Universitas PGRI Palembang ini sempat dilaporkan menghilang sejak 30 Oktober, hingga akhirnya jasad korban ditemukan warga mengapung di Sungai Musi, Dermaga Kontainer Pelabuhan Boombaru Palembang, Jumat (1/11/2019).

Oleh aparat kepolisian jasad perempuan memakai baju warna biru dan celana hitam ini dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dan setelah dilakukan visum luar serta dipastikan keluarganya, korban adalah Inta Ferin.

Namun sebelum membuat laporan orang hilang, keluarga korban sempat menemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis dalam bahasa Jawa dan berbunyi permintaan maaf kepada ayahnya dan korban juga berpesan bahwa meninggalkan uang sebesar Rp10 juta serta kartu ATM berikut pin-nya.

Kasat Polair Polresta Palembang Kompol Yudo Winarno mengatakan, sebelum menghilang, korban sempat menuliskan sebuah surat yang diletakkan di kamar kos tempatnya tinggal dan setelah dilakukan visum, jasad korban diserahkan ke pihak keluarganya.

“Surat itu, bertuliskan bahasa Jawa, korban seperti pamitan. Setelah menemukan surat itu keluarga melapor kehilangan dan pihak keluarga juga sudah memastikan bahwa korban adalah Inta yang hilang,” kata Yudo.

Sementara itu Gatot Marzuki (42), ayah korban mengatakan, anaknya sempat mengeluh mengalami iritasi mata dan ingin berobat ke dokter. Sore sebelum menghilang, ia sempat cemas dan berupaya menghubungi korban, namun tak kunjung diangkat.

“Saya mulai takut waktu telpon tidak diangkat. Anak saya itu orangnya kalau ada masalah cepat panik. Jadi saya takut dia gegabah,” ucap Gatot.

Karena putrinya tak kunjung mengangkat telepon, Gatot memutuskan ke Palembang dari Desa Rejosari, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Namun di kontrakan anaknya, Gatot hanya mendapatkan sepucuk surat. “Surat itu ada di lemari kamarnya,” ujarnya.

Mendapat informasi penemuan mayat perempuan, awalnya Gatot tak yakin jika korban adalah anaknya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan jika jasad tersebut adalah Inta, Gatot langsung menangis histeris bersama sejumlah anggota keluarga lain yang datang ke RS Bhayangkara Palembang. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.