Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Sebelum Instruksi Jokowi, Pemprov DKI Jakarta Sudah Turunkan Harga PCR

JAKARTA, koranindonesia.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan setempat mengklaim harga tes PCR di Ibu Kota Negara sudah dipangkas sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penyeragaman ongkos tes Covid-19 yang disampaikan baru-baru ini.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti mengklaim, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mematok harga PCR di bawah Rp 495 ribu, namun hal ini masih berlaku terbatas, yakni pada laboratorium yang bekerja sama dengan Pemprov DKI.

“Kami sebenarnya sudah mempunyai kerja sama dengan lab-lab swasta yang dibiayai APBD, kita sudah di bawah harga itu,” kata Widyastuti saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/8/2021).

Widyastuti mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekarang ini bekerja sama dengan 199 laboratorium tes PCR yang memberikan harga murah. Menindaklanjuti permintaan Pemerintah Pusat, pihaknya bakal memperluas jaringan dengan kembali membuka kerja sama dengan laboratorium swasta.

“Ada 119 lab jejaring kita yang tersebar di lima kota termasuk ada tambahan satu yang nanti beroperasional di RS Pelabuhan. Jadi, ada 120,”  ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya lewat Dinas Kesehatan setempat akan mengeluarkan surat edaran kepada rumah sakit dan pihak penyedia layanan tes PCR untuk segera menyeragamkan harga.

“Saya kira dalam waktu tidak terlalu lama lagi akan keluar (surat edaran  dari Dinkes), kita tunggu ya,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (19/8/2021).

Politikus partai Gerindra itu menyatakan, untuk meminimalkan penyelewengan harga, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal melakukan pengawasan secara ketat kepada seluruh rumah sakit terkait ongkos PCR tersebut.

“Pengawasan tetap dilakukan, ada Kemenkes, ada petugas dari kami, Dinkes semua memastikan semua proses itu, pengadaan harganya, supaya terjangkau,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan penurunan harga tes PCR di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di saluran YouTube Setpres, Minggu (15/8/2021).

Perintah menurunkan harga dilakukan setelah berbagai kritik dialamatkan kepada pemerintah, ramai masyarakat membandingkan harga di Indonesia dengan di India yang terlihat timpang. Harga PCR di India hanya berkisar Rp 100 ribu.

“Saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran antara Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu,” kata Jokowi.

Selain menurunkan harga, Jokowi memerintahkan pula agar hasil tes PCR dipercepat. Dia meminta hasil tes PCR keluar dalam waktu maksimal 1×24 jam. “Saya meminta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1×24 jam,” ujarnya.

“Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR,” tandasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.