Banner sumsel

Sebelum Dihabisi, DJ Virgi Sempat Melawan dan Mencabut Pisau

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Setelah melakukan pemeriksaan intensif terhadap M Faisal alias Imat, Unit Pidum Streskrim Polresta Palembang menggelar rekonstruksi atas pembunuhan terhadap korban Virgiawan Sarjana Putra atau Disc Jockey (DJ) Virgi Mard‎a.

Rekonstruksi pengeroyokan yang sebelumnya terjadi di Diskotik Darma Agung Jalan Kol H Burlian pada 26 Februari 2017 silam itu digelar aparat kepolisian di halaman Mapolresta Palembang, Sabtu (12/10/2019).

Reka ulang yang memperagakan 14 adegan itu langsung diperankan oleh tersangka Faisal, sedangkan peran korban serta empat rekannya, yakni Alam, Rizky, Ucok dan Kiki alias Ee digantikan oleh petugas.

Kejadian berawal saat tersangka bersama empat rekannya duduk di area parkir Diskotik Darma Agung. Lalu korban datang dan masuk ke Hall Diskotik Darma Agung dan kemudian disusul Rizky bersama Ucok (DPO).

Namun saat berada di dalam, Rizky bersenggolan dengan korban hingga keduanya terlibat cecok mulut. Lalu Ucok memberitahu rekan-rekannya bahwa Rizky sedang bertengkar di Hall Diskotik Darma Agung, lantas tersangka Imat masuk ke dalam.

Saat tersangka medekati keributan, pada adegan ke tujuh korban mengeluarkan sebilah pisau yang kemudian diarahkan ke tersangka, namun serangan itu berhasil dihalangi dan pisau direbut oleh Rizky.

Kemudian pada adegan ke delapan Rizky menusuk dada korban dan dalam keadaan terluka korban berlari ke area parkir sambil dikejar para pelaku. Lalu pada adegan ke 10, korban kembali ditikam dari belakang oleh Imat. Ketika setelah berada di area parkir, para pelaku secara bergantian menusuk korban.

Setelah korban terkapar bersimbah darah, para pelaku kabur meninggalkan lokasi kejadian, sedangkan korban dilarikan ke Rumah Sakit Myria Palembang, namun karena sudah dalam keadaan tidak bernyawa, korban dibawa pulang ke rumah duka.

“Rekonstruksi yang kita gelar ini untuk melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan ke kejaksaan, selain itu dengan reka ulang adegan ini juga kita bisa melihat kejadian yang sebenarnya terjadi antara tersangka dengan korban,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara.

Selain melakukan penyelidikan dan melengkapi berkas tersangka, Yon menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap empat pelaku lain yang masih buron.

Sementara itu, tersangka Faisal tak menampik bahwa dirinya juga ikut dalam pengeroyokan tersebut dan setelah kejadian, ia langsung kabur ke Batam. Namun setelah tiga tahun bersembunyi ia memilih pulang ke Palembang.

“Setelah kejadian itu saya langsung kabur ke Batam, tapi setelah tiga tahun saya rindu keluarga di Palembang jadi saya pulang. Tapi kepulangan saya diketahui petugas hingga saya diamankan,” tuturnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.