Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Sebanyak 18 Pos Polisi Dirusak dan Dibakar Massa

JAKARTA, koranindonesia.id – Pasca kerusuhan demo tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law pada Kamis (8/10/2020) kemarin, kondisi Jakarta pada Jumat (9/10/2020) pagi sampai siang ini masih masih terpantau kondusif. Namun, polisi sudah menghitung jumlah pos polisi yang dirusak dan dibakar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sebanyak 18 Pos Polisi yang dirusak dan dibakar. Dari total itu, 9 diantaranya dirusak dan 9 lagi dirusak dan dibakar oleh massa yang melakukan kericuhan.

“Terdiri dari pos pam Harmoni, pos polisi di Sarinah, pos Pol Monas Barat Daya, pos pol Atmajaya, pos polisi samping pintu utama Polda, pos polisi di pintu Senayan, ada di Tugu Tani, di simpang lima Senen, ada di depan RS Corolus, pospol Petojo, pos Hayam Wuruk arah Roxy, pos pol di Grogol, Satwil Lantas di Tomang, Pos di Tomang, pos Asemka, pos Olimo. Itu ada 18 pos fasilitas kepolisian ada pospol ada pospam yg dibakar dan dirusak oleh perusuh tadi malam,” kata Yusri, Jumat (9/10/2020).

Menurut dia, ada penyusup yang masuk ke barisan buruh dan mahasiswa yang sejatinya menggelar penyampaian pendapat menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Sehingga para penyusup itu melakukan perusalan kepada pos Polisi dan juga Halte Bus TransJakarta.

“Ada memang tokoh yang berniat melakukan kerusuhan membakar fasilitas umum dan fasilitas kepolisian. Yang kita ketahui ada 16 halte yang dilakukan perusakan dan pembakaran dan ada beberapa tempat fasilitas lain termasuk senen dan juga beberapa kendaraan yang sudah dirusak oleh para perusuh ini,” terang Yusri.

Pihaknya pun tengah menyelidiki guna mengetahui siapa pelaku-pelaku yang sudah melakukan perusakan dan pembakaran. Bahkan, sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan guna mencari pelaku utamanya.

“Beserta ada beberapa CCTV yang kita jadikan barang bukti untuk petunjuk bagi penyidik,” ucapnya.

Sebelumnya, demo penolakan Omnibus Law berujung kericuhan di sejumlah titik kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (8/10/2020) kemarin. Para massa yang berdemo melakukan pembakaran terhadap pos Polisi dan Halte serta merusak sejumlah fasilitas umum lainnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.