Banner sumsel

Satu Juta Jiwa Penduduk Sumsel Miskin

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kemiskinan selalu terjadi di beberapa daerah termasuk di Sumsel. Tercatat, hingga Maret 2017 angka kemiskinan di Sumsel tercatat satu jiwa jiwa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengakui jika angka kemiskinan di Sumsel masih diatas rata-rata yakni 13,19%, sedangkan untuk nasional yakni 9,8%.

Hal ini dikarenakan beberapa daerah di Sumsel angka kemiskinannya masih tinggi, sehingga menjadi kalkulasi angka kemiskinan di Sumsel. “Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, itu 16 diantaranya masih di atas rata-rata nasional,” ungkap Ekowati, Senin (26/11/2018).

Berdasarkan data, angka kemiskinan yang paling tinggi di Kabupaten Musirawas Utara yakni 19,49% atau 36,95 ribu jiwa. Kemudian, disusul oleh Kabupaten Lahat yakni sebesar 16,81% atau sebanyak 67,83 ribu jiwa. Sedangkan, di posisi ketiga yakni Kabupaten Musi Banyuasin yakni sebesar 16,75% atau 106,78 ribu jiwa.

“Untuk daerah yang paling rendah yakni Kota Pagaralam yakni 8,89% atau sekitar 12,4 ribu jiwa,” ujarnya.

Menurutnya, menurunkan angka kemiskinan ini tentunya sangat sulit. Apalagi, jika pemerintah daerah setempat tidak ikut membantu. Sementara, secara nasional angka kemiskinan terus menurun.

“Karena itu, pemerintah daerah juga ikut berupaya mengentaskan kemiskinan,” kata dia.

Saat ini, Pemprov Sumsel sendiri akan bersinergi dengan steakholder, perguruan tinggi dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Mengingat saat ini data by name by addres sudah didapatkan.

“Kami harap dengan adanya data ini maka upaya yang dilakukan dapat tepat sasaran,” terangnya.

Ia mengaku banyak yang mempengaruhi kemiskinan ini seperti kondisi rumah yang ditinggali, gaji yang tidak sesuai dan lain sebagainya. Ke depan, ia menargetkan angka kemiskinan di Sumsel hanya menembus satu digit, lebih kecil dari angka kemiskinan nasional.

“Pemprov Sumsel sendiri akan meningkatkan anggaran untuk mengatasi persoalan kemiskinan ini. Nilainya belum ditandatangani oleh DPR sehingga kami belum dapat memastikannya,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.