Satgas Antimafia Bola Tangkap Enam Pelaku Pengaturan Skor

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Satgas Antimafia Bola Polri meringkus enam pelaku pengaturan skor pada pertandingan Liga 3 antara Perses Sumedang VS Persipasi Bekasi. Para mafia bertugas mengatur dan memenangkan salah satu tim yang nantinya akan lolos ke Liga 2.

Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, enam pelaku sudah diamankan oleh aparat kepolisian. Salah satunya adalah seorang wasit.

“Kita melakukan penangkapan terhadap wasit utama, kita juga melakukan penangkapan terhadap tiga orang yang berasal dari manajemen Persipasi Bekasi,” ujar Hendro di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Polisi juga menangkap salah satu anggota PSSI bagian perwasitan Asprov PSSI Jabar. “Ya, beberapa orang yang menjadi perantara pun sudah kita amankan, semuanya sedang dilakukan pemeriksaan dan sampai saat ini masih dilakukan penahanan,” tuturnya.

Hendro menjelaskan, dana yang mengalir dalam pengaturan skor ini sebesar Rp12juta. “Dalam kasus ini, manejemen tim (Persipasi) yang memiliki ambisi besar untung memenangkan timnya agar lolos ke Liga 2. Barang bukti kita lihat di depan ada (kartu) ATM, lalu ada buku bank juga,” jelasnya.

Tim Satgas Antimafia Bola akan melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang terlibat. Hendro berharap agar tidak ada lagi pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, pertandingan sepakbola antara Perses Sumedang vs Persipasi Bekasi di gelar di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (6/11). Pada pertandingan tersebut, tim tuan rumah Perses Sumedang harus takluk dari tamunya Persipasi Bekasi dengan skor 2-3.

Keenam tersangka akan dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 11 Tahun 1980 tentang tindak pidana suap dan atau Pasal 55 KUHP. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.