Banner sumsel

Sandiaga Serukan Pendukung Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

JAKARTA, koranindonesia.id – Cawapres Sandiaga Uno menyambangi ratusan pendukung dan relawannya di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta, Minggu, (28/4/2019) sore.

Sandi disambut langsung oleh Ketua Seknas Mohamad Taufik. Saat tiba di halaman Seknas, Sandi pun langsung disambut histeris kaum emak-emak yang tengah menggelar diskusi publik bertema; “Tegakkan Kedaulatan Rakyat:  Ada Konspirasi Paslon, KPU dan Lembaga Survei?”.

Setelah menyalami pendukungnya, Sandi kemudian bergabung naik ke atas panggung tempat para narasumber diskusi digelar. Tampak diantaranya, Dr Syahganda Nainggolan, Dr. Taufik Bahaudin, Dr. Marwan Batubara, Dr. Achmad Yani, dan Ustadz Ansufri Idrus Sambo.

Dalam sambutannya, Sandi meminta agar para pendukung dan relawannya untuk memperhatikan kesehatan. Pasalnya, menurut Sandi, meskipun Pilpres sudah selesai 17 April lalu, tetapi tugas mengawal suara masih sangat panjang dan akan sangat melelahkan.

“Di sini (Seknas), sehat semua?. Kesehatan emak-emak dan juga para milenial harus dijaga. Diperhatikan kesehatannya jangan sampai kelelahan. Mari kita pastikan bahwa jangan ada proses pemilu yang tercederai,” kata Sandi di lokasi.

“Emak-emak semua sudah pada makan belum?,” tanya Sandi pula.

“Belum…” teriak mereka sembari tertawa.

Sandi kemudian menjelaskan tekadnya untuk terus mengawal proses penghitungan suara yang saat ini sedang berlangsung. Dia tidak ingin Pemilu 2019 dicederai dengan adanya suara rakyat yang tercecer. “Kita pastikan pemilu berlangsung secara jujur dan adil. 17 April sudah selesai, tapi perjuangan kita belum tuntas. Jangan sampai ada satu suara pun yang tercecer,” sebut Sandi.

“Kita akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Karena ini bukan soal menang atau kalah, tapi komitmen kita dalam mengawal pelaksanaan pemilu jujur dan adil, dalam rangka menegakkan demokrasi dan kedaulatan rakyat,” jelas mantan Wagub DKI itu.

Karena itu, Sandi kembali mengingatkan para relawannya dan petugas di lapangan untuk terus memperhatikan kesehatan supaya tidak ada korban lagi yang berjatuhan. “Sekali lagi, saya mengingatkan karena kondisi dari para petugas para saksi juga harus diperhatikan kesehatannya jangan sampai kelelahan. Kita tidak ingin adanya korban tambahan yang jatuh,” pesan Sandi.

Selain itu, Sandi juga meminta agar pendukung dan relawannya untuk tidak kendor dalam mengawal formulir C1 di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga provinsi. “Kita tidak punya media, kita tidak punya apa-apa. Tapi kita punya emak-emak. Merekalah garda terdepan kita dalam mengawal pemilu yang adil dan jujur. Kalau ada kecurangan sampaikan dengan bukti. Videokan, difoto, direkam. Kita berjuang demi kebenaran dan keadilan,” pungkas Sandi.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.