Banner sumsel

Salat Subuh Berjamaah Bangun Perekonomian Umat

PALEMBANG, koranindonesia.id – Program salat Subuh berjamaah yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang diyakini, dapat membangun perenomian rakyat. Hal ini juga menyontoh pola kerja masyarakat Singapura yang lebih cepat satu jam dapat memutar perekonomian dengan cepat.

Maka untuk menggerakkan salat Subuh berjamaah, Pemkot Palembang membuat aplikasi Si Abuh untuk meningkatkan keaktifan dan menjadi kontrol salat Subuh bagi sekitar 2.000 pejabat Palembang.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, dengan adanya aplikasi ini, meski sifatnya seperti absensi, namun kesannya bukan itu saja. Dampak positifnya yakni Subuh lebih ramai dari ibadah salat Jumat sekalipun, meningkatkan PAD Kota Palembang, dan peran serta masyarakat.

“Kami ingin, program salat Subuh ini, Jangan hanya sekedar program saja. artinya memiliki dampak positif yang dihasilkan,” katanya usai Rapat Launching Aplikasi Salat Subuh, Selasa (6/11/2018).

Dikatakan Harno, dampak peningkatan PAD dengan salat berjamaah menjadikan waktu bekerja akan lebih optimal. Jika biasanya masih sering telat datang ke kantor, dengan aktif salat Subuh maka setelah berjamaah bisa langsung ke kantor dan bukan lanjut tidur.

Seperti di Singapura dimana dengan jam kerja mereka yang lebih cepat satu jam dari rata – rata jam kerja di Palembang, dapat memutar perekonomian begitu baik.

“Artinya jika hal tersebut juga diberlakukan di sini untuk ASN, maka tingkat kinerja pemerintah juga akan lebih baik, begitupun dampaknya tehadap ekonomi di masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, perputaran ekonomi yang ada di Palembang berkisar Rp7,5 triliun. Jika terjadi peningkatan produktivitas, artinya perputaran juga akan semakin tinggi. Misal, dari sisi peningkatan PAD, berupa pajak.

“Kita lihat saja dari potensi pengiriman pempek dari Palembang, dimana secara nilai bisa mencapai Rp67 milliar. Dengan pendapatan dari pajak restoran kita saja yang saat ini baru sebesar Rp47 miliar, ini artinya bisa digali potensinya,” terangnya.

Belum lagi, lanjutnya, jika peningkatan produksi yang dilakukan, ataupun peningkatkan kinerja pegawai, semestinya bisa direalisasikan dan ini bisa terwujud melalui peningkatan kinerja.

“Rencananya aplikasi ini akan kita launching pada 18 November mendatang, dimana sebanyak 2000 ASN pemkot di tambah sekitar 500 ustad akan di perkenalkan secara langsung dengan aplikasi ini,” jelasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.