Banner Pemprov 17 Agustus

Saksi Sebut KPU Abaikan Permintaan PSL

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Sejumlah saksi yang merupakan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) diperdengarkan keterangannya dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (8/7/2019) kemarin.

Dalam persidangan terungkap, ada beberapa KPPS yang mengajukan pemungutan suara lanjutan (PSL) namun tidak dikabulkan oleh KPU Palembang tanpa alasan yang jelas. Seperti yang diungkapkan Ketua KPPS 45 Kelurahan Sungai Buah, Ade Putra.

Ade menjelaskan, terdapat 298 daftar pemilih tetap yang berada di TPS tersebut. Namun setelah membuka kotak suara saat hendak memulai pemungutan suara, dihitung hanya ada 156 surat suara pilpres. Dari jumlah DPT, yang menyalurkan hak pilihnya hanya sekitar 200 orang.

“Yang absen 200 kurang lebih. Karena adanya kekurangan sekitar 82 surat suara, saya langsung melapor ke PPK. Saya terus telepon PPS,” ujar Ade di hadapan majelis hakim yang diketuai Erma Suharti.

 

Setelah melaporkan kekurangan surat suara tersebut, dirinya mengaku dipanggil ke PPS di Kantor Kelurahan Sungai Buah untuk menyampaikan pengajuan PSL kepada Ketua KPU Palembang Eftiyani, petugas kelurahan, serta Ketua PPS. Usai pertemuan tersebut, pihaknya diminta membuat surat pernyataan untuk melaksanakan PSL.

 

“Saya pulang dan menyampaikan itu ke Pak RT untuk minta surat penyataan pelaksanaan PSL karena kami bersedia. Sudah dibuat, terus dikasih ke kelurahan. Sudahnya, sudah. Tidak ada cerita lagi,” ujar dia.

 

Keesokan hari setelah menyampaikan pernyataan pelaksanaan PSL, Ade bersama petugas KPPS 45 lainnya mendatangi PPK di kecamatan untuk mempertanyakan pelaksanaan PSL. Namun ternyata pengajuan PSL TPS 45 tersebut tidak disetujui.

 

“Kami dikatakan bahwa nomor kami tidak keluar sehingga dibilang tidak bisa melaksanakan PSL. Terus saya tanya sama orang KPU Pak Chemi, ‘kok nomor saya tidak keluar, ada apa?’, katanya kita tidak direkomendasikan dari panwascam. Padahal kami sudah membuat surat pernyataan bahwa kita bersedia mengadakan PSL. Tapi kami tidak melaksanakan PSL. Alasannya tidak tahu,” ungkap Ade.

 

Sementara itu Ketua KPPS 19 Kelurahan 2 Ilir Alkatiri yang kekurangan 102 surat suara, anggota KPPS 52 Kelurahan 2 Ilir Pandratama yang kekurangan 85 surat suara, Alfian Ketua KPPS 27 Kelurahan Lawang Kidul kekurangan 120 surat suara, dan Ketua KPPS 48 Kelurahan 2 Ilir Fahrulrozi yang kekurangan 86 surat suara pilpres.

 

“Kami tidak tahu ada rekomendasi PSL dari panwascam. Saya tidak tahu ada yang buat surat pernyataan. Adanya saya disuruh buat pernyataan proses pemilu berjalan lancar Yang membuat ini PPS Kelurahan,” ujar Pandratama yang diiyakan tiga saksi lainnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.