Bhintan Shalawat

Said Iqbal Ngaku Disuruh Ratna Sarumpaet Kirim Foto Lebam ke Prabowo

JAKARTA,koranindonesia.id-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pengiriman foto lebam wajah Ratna Sarumpaet kepada Prabowo dilakukan atas permintaan langsung dari terdakwa (Ratna Sarumpaet).

Dikatakannya foto tersebut dikirim Said Iqbal kepada ajudan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Said mengaku tidak pernah mengirim foto Ratna selain pada ajudan Prabowo. Terdapat tiga foto yang ia kirim tanpa caption melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.  

“Tidak mengirim foto ke pihak lain selain ajudan. Kecuali kak Ratna meminta diajukan ke Dani ajudan Prabowo. Seingat saya hari Sabtu. Bukan inisiatif saya, tapi atas permintaan Ratna,” ungkapnya saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada sidang lanjutan terdakwa Ratna Sarumpaet, Selasa (9/04/2019).

Dijelaskannya foto yang dikirimkan ke pihak Prabowo, didapat Said langsung dari Ratna Sarumpaet. Selain meminta mengirimkan foto tersebut pada ajudan Prabowo, Ratna juga meminta Said Iqbal untuk menjembatani pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Menurut Said, Ratna Sarumpaet mengirimkan foto lebam wajahnya pada 29 September 2018, sehari setelah Said mendatangi rumah Ratna. Sebelumnya, pada 28 September malam, Said Iqbal diminta datang ke rumah Ratna Sarumpaet. Saat kunjungan tersebut, Ratna bercerita dirinya menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di Bandung.

“Begitu ketemu di rumah, handphone saya mati. Kak Ratna bilang, ‘Saya akan kirimkan ke kamu fotonya’. Baru pada tanggal 29 baru dikirim foto. Foto itu lebam, realnya relatif sudah lebih baik,” terangnya.

Permintaan untuk bertemu Prabowo, sambung dia, baru disetujui pada tanggal 2 Oktober 2018. Kepastian pertemuan itu, disampaikan ajudan Prabowo kepada Said Iqbal. Nah, pada saat itu terjadilah perencanaan untuk pertemuan.

“1 Oktober ajudan Prabowo menghubungi memberi tahu bisa ketemu Pak Prabowo pada tanggal 2-nya,” terangnya.

Prabowo menyampaikan tiga saran saat bertemu dengan Ratna Sarumpaet. Saran tersebut disampaikan Prabowo karena Ratna merupakan bagian dari tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Pertama, sebaiknya lapor polisi dan visum. Kedua, dia menyatakan tidak boleh ada kekerasan dalam demokrasi. Dan ketiga, kalau ada suatu kekhawatiran kalau laporan tidak ditanggapi, Pak Prabowo mau bertemu Kapolri untuk menyampaikan itu,” tandasnya.

Selain Said Iqbal, pertemuan itu juga dihadiri oleh Amien Rais, dan Fadli Zon. (erw)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.