Banner sumsel

Saat  Profesi Gamer  jadi Pilihan

Oleh Hapta Graha Pratama (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UIN Raden Fatah Palembang)

Kemajuan teknologi membuat orang makin kreatif, hal ini bisa dilihat dengan muncul  sejumlah profesi baru dalam dunia teknologi, salah satunya adalah Games. Games merupakan permainan yang seru untuk mengisi waktu luang. Apalagi games bisa diakses melalui gadget dengan mudah dan murah.

Siapapun bisa bermain games mulai dari anak kecil, remaja hingga orang tua. Baik laki-laki ataupun perempua pun juga senang bermain game. Bagi mereka penyuka game, tentu familiar dengan  game-game online yang sedang viral seperti saat ini, Mobile Legend Bang Bang, PUBG, Free Fire dan masih banyak lagi game yang lainnya.

Tidak hanya sebatas permainan, namun games juga menginspirasi sejumlah orang untuk menekuni bidang ini, bermain namun mendapatakan uang. Salah satunya adalah akun dengan nickname “Jess No Limt” dengan nama aslinya Tobias Justin. Nick name itu tentu sudah tidak asing lagi di kalangan gamers apalagi para penggemar mobile lagend.

Jess No Limid banyak mengubah pola pikir anak kecil dan remaja saat ini dengan mengubah cita–cita mereka, dulu saat anak kecil ditanya besarnya mau jadi apa mereka menjawab ingin menjadi Polisi, TNI, Dokter dan macam – macam profesi, tetapi anak kecil sekarang banyak termotivasi ingin menjadi seorang gemers, karena melihat idola mereka yaitu “Jess No limid”.

Memang pekerjaan seorang gamers di mata orang awam pekerjaan yang terkesan main-main dan sia-sia, kenapa di bilang begitu? karena yang kita lihat kerjaannya cuman hanya bermain gamers sepanjang hari. Padahal penghasilan seorang gamers profesional terbilang cukup besar. Bisa mencapai Rp.6.000.000 perbulan dengan tambahan Rp.1.000.000 setiap mengikuti ternamen.

Jika sudah menjadi profesional dan menjadi youtuber maka penghasilan akan dua kali lipat seperti, Tobias Justin atau Jess No limid. Berdasarkan data dari situs analisis sosialblade.com dari akun youtube miliknya tersebut Jess No limit bisa menghasilkan Rp. 78.000.000 hingga Rp.1.200.000.000 setiap bulannya, tentu itu penghasilan yang sangat besar bagi seorang remaja yang hanya bermain gamers.

Kalau dilihat dari data penghasilan itu siapa sih yang tidak tertarik namun harus diingat pula bahwa pencapaian itu melalui  proses yang cukup panjang. Karena menjadi  gamer  harus disiplin dan pintar membagi waktu.  Selain itu juga yang dibutuhkan adalah  komitmen untuk bisa bagi waktu kapan buat latihan, dan kapan waktu buat sekolah.

Jika ingin mendalami profesi gamer profesional tentu masih terbuka lebar di Indonesia, karena antusiasme dari para pecinta game yang cukup besar dan secara bisnis pun industri game juga bisa dibilang sedang dalam kondisi yang baik.

Data dari  newzoo.com, Indonesia memiliki market gaming gear cukup besar dengan urutan ke-16 dengan mencapai nilai penjualan hingga lebih dari 12 triliun . Sehingga tidak heran banyak produsen besar dari luar negeri benar-benar tertarik dan mengincar gamer populer sebagai salah satu brand ambassador agar bisa memberikan pengaruhnya kepada gamer lainnya.

Akhirnya,semua profesi apalagi   hobi yang menjadi profesi itu  butuh dedikasi. Bukan karena asyik lalu semaunya sebab jika  sudah jadi profesi, mau tak mau kita harus tekun agar  terus berprestasi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.