BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Rumuskan 100 Hari Kerja, Program Kapolri Diterapkan ke Seluruh Satker

Jakarta,koranindonesia.id-Kabag Penum Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan, menyatakan bahwa program 100 hari pertama Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri masih dirumuskan dan akan diterapkan pada suluruh satuan kerja (satker) di lingkungan Polri.

“Hal tersebut masih dirumuskan dalam commander wish yang nantinya akan diterapkan pada masing-masing Satker Polri,” kata Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers yang ditayangkan secara virtual Kamis (28/1/2021).

Ia menjelaskan bahwa program tersebut akan diterapkan dalam rencana aksi seluruh Satker. “Kemudian program prioritas tersebut akan diterapkan pada rencana aksi masing-masing satuan kerja,” ujarnya.

Salah satu program tersebut adalah bagaimana Polri mengubah bentuk pelayanan yang transparan mulai dari tingkat Polsek.

Selain itu, jelas dia, mempercepat penyelesaian kasus- kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

“Kemudian salah satunya yang akan dilakukan adalah penyelesain kasus-kasus yang menjadi perhatian langsung dan perhatian publik,” terang dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menggelar vicon commander wish bersama seluruh pejabat utama Mabes Polri, Para Kapolda hingga jajaran Kapolres di wilayah terkait program kerja yang akan diimplementasikannya selama masa jabatannya.

Vicon digelar di Pusdalsis Mabes Polri, Jakarta dengan menerapkan Prokes COVID-19. Kapolri Jenderal Listyo Sigit memiliki 16 program prioritas untuk diimplementasikan dalam tiga tahap.

“Terkait 16 program prioritas ini kami akan diimplementasikan secara bertahap melalui timeline penentuan rencana aksi, target, dan implementasi yang dibagi tiga tahap yaitu tahap pertama 100 hari, tahap kedua 2021-2022, dan tahap ketiga 2023-2024,” ucap Kapolri dikutip dari Korlantaspolri, Kamis (28/1/2021).

Program prioritas Kapolri yang disebut “Presisi” yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan dengan bertujuan menata kelembagaan, perubahan sistem dan metode organisasi, menjadikan sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul di era police 4.0, perubahan teknologi kepolisian modern, peningkatan kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, peningkatan kinerja penegakan hukum, pemantapan dukungan Polri dalam penanganan COVID-19, serta pemulihan ekonomi nasional.

16 Program Prioritas Kapolri, diantaranya:

1. Penataan kelembagaan

2. Perubahan sistem dan metode organisasi

3. Menjadikan SDM Polri yang unggul di era police 4.0

4. Perubahan teknologi Kepolisian modern di era police 4.0

5. Pemantapan kinerja pemeliharaan kamtibmas

6. Peningkatan kinerja penegakan hukum

7. Pemantapan dukungan Polri dalam penanganan COVID-19

8. Pemulihan Ekonomi Nasional

9. Menjamin keamanan program prioritas nasional

10. Penguatan penanganan konflik sosial

11. Peningkatan kualitas pelayanan publik Polri

12. Mewujudkan pelayanan publik Polri yang terintegrasi

13. Pemantapan komunikasi publik

14. Pengawasan pimpinan terhadap setiap kegiatan

15. Penguatan fungsi pengawasan

16. Pengawasan oleh masyarakat pencari keadilan (public complain)

Kapolri mengatakan jika 16 program prioritas ini dapat berjalan baik, diharapkan dapat memberikan hasil yang baik yaitu Polri yang prediktif, responsif, dan transparansi berkeadilan, serta Polri yang menjadi elemen penting bangsa untuk menjaga berdiri tegaknya demokrasi menuju Indonesia yang maju.

Dalam arahannya, Kapolri memberikan penekanan dalam program 100 hari kerja. Ia berharap dalam pelaksanaannya program ini segera terwujud dalam jangka waktu tersebut.

Program 100 hari kerja Kapolri diantaranya:

1. Tingkatkan kesejahteraan personel melalui program perumahan dan kesehatan

2. Laksanakan sistem point dalam pembinaan karier personel sehingga semua anggota dapat kesempatan dan panggung yang sama sesuai prestasi yang dimiliki

3. Tingkatkan sinergitas TNI-Polri melalui kegiatan bersama sampai pada level pelaksanaan

4. Minimalisir komplain masyarakat terkait pelayanan kepolisian

5. Segera berlakukan layanan kepolisian dengan nomor tunggal 110 yang terkoneksi dengan command center

6. Layanan publik yang cepat, mudah, dan terukur berbasis teknologi informasi agar segera direalisasikan dalam pelayanan SIM, STNK dan SKCK

7. Segera persiapkan sarana dan prasarana bagi masyarakat kelompok rentan dan berkebutuhan khusus di tingkat Polres dan Polsek

8. Maksimalkan rekrutmen proaktif, penambahan kuota pada daaerah yang belum ada bhabinkamtibmas dan bakomsus (Teknologi informasi dan Kesehatan)

9. Transformasi polsek sebagai basis resolusi harus sudah berjalan dan realisasikan bhabinkamtibmas sebagai pusat informasi dan problem solver

10. Segera bentuk virtual police yang berperan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dalam pemanfaatan media sosial pada ruang siber

11. Laksanakan perluasan ETLE, bagi wilayah yang belum bisa menerapkan ETLE lakukan proses tilang sesuai prosedur. Tidak ada istilah titip sidang dan awasi pelaksanaannya secara penuh

12. Terapkan restoratif justice sebagai bentuk penyelesaian perkara untuk menciptakan penegakan hukum yang berkeadilan

13. Percepat penyelesaian penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik

14. Tingkatkan dan kembangkan program kampung tangguh untuk penanganan covid di seluruh daerah

15. Lakukan pendampingan pada setiap program permerintah terkait pemulihan ekonomi nasional.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.