Banner Pemprov 17 Agustus

Rumah Potong Hewan Gandus Diserahkan ke Pihak Ketiga

PALEMBANG, koranindonesia.id – Setelah diresmikan awal tahun tadi, Rumah Potong Hewan (RPH) Gandus saat ini masih dihuni oleh empat pengusaha pemotong hewan. Agar lebih maksimal kedepannya, aset senilai miliaran rupiah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang itu akan diserahkan ke pihak ketiga.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan, memisahkan RPH dari dinas diyakininya agar RPH lebih maksimal. “RPH sebesar dan semodern yang kita miliki saat ini memang sebagusnya dikelola oleh pihak ketiga,” katanya kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Sayuti menjelaskan, RPH modern ini dapat dilihat dari stunning hingga matinya ternak hanya membutuhkan waktu empat menit. Kemudian memotong untuk memisahkan kaki, kepala hingga ekor hanya satu menit. Pengulitan dan pengeluaran jeroan hanya membutuhkan waktu lima menit. Pelepasan lemak dan penimbangan, hanya butuh waktu empat menit dan terakhir memasukkan daging ke alat transportasi dua menit. “Sehingga total 16 menit untuk satu ekor sapi,” jelasnya.

RPH yang ada di Palembang ini menjadi salah satu RPH yang terbesar di Indonesia. Kapasitas pemotongannya mencapai 200 ekor sapi per hari. Dilengkapi dengan hotel hewan dan ruang pendingin yang semuanya sudah modern. “Usai dipotong, daging-daging tersebut kemudian akan diangkut melalui alat seperti rel, kemudian dikemas secara higienis. Juga memiliki ruang pendingin untuk menyimpan daging beku untuk dijual,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti. (FOTO/IYA)

Modernnya alat yang dimiliki oleh RPH Gandus, semestinya menjadi daya tarik para pengusaha pemotong hewan yang saat ini kebanyakan memotong hewan di luar RPH, bahkan Palembang. Saat ini baru ada empat pengusaha yang melakukan pemotongan di RPH. Pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk mengajak pengusaha, agar melakukan pemotongan ke RPH Modern Palembang ini. Sayuti mengatakan, setiap hari, pihaknya hanya melakukan pemotongan 20 ekor sapi. Padahal RPH itu sendiri memiliki kapasitas pemotongan hingga sekitar 200 ekor sapi. “Baru ada empat pengusaha yang bergabung, jadi yang dipotong juga sedikit,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya menganjurkan semua pengusaha sapi melakukan pemotongan hewan di RPH Gandus, karena sudah ada payung hukumnya berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10/ 2014 tentang Pembinaan dan Retribusi Rumah Potong Hewan. “Bagi pengusaha yang ingin memotong hewannya disini, maka akan dikenakan biaya sebesar Rp50.000 saja per sapi,” ujarnya.

Menurut dia, trend RPH di Indonesia mengalami penurunan, termasuk yang dimiliki Kota Palembang ini. Sebab harga daging segar yang diproduksi oleh RPH dinilai, kalah jauh dengan harga daging beku dari luar. Harga daging beku dari luar cenderung lebih murah, sehingga diminati oleh warga. “Kalau daging segar ini pengusaha bakso dan konsumsi sehari-hari. Kalau catering lebih memilih daging beku,” pungkasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.