Rumah Dibakar, Masyarakat Babakan Ciparay Minta Keadilan Kepada Pemerintah

JAKARTA,koranindonesia.Id-Masyarakat Babakan Ciparay Kelurahan Sukahaji, Bandung, Jawa Barat saat ini sedang mencari suaka keadilan terhadap tanah garapan yang sudah dibeli sejak tahun 1982 dan sudah ditempati hingga saat ini.

Namun pihak yayasan Sakura belakangan ini mengusik ketenangan masyarakat tersebut, datang dan mengusir secara paksa serta melakukan pembakaran tempat tinggal masyarakat tersebut. Sehingga lahan yang dibeli masyarakat sekitar 7,6 hektar berpenghuni sekitar 1.200 Kepala Keluarga (KK) kini nasibnya terlunta-lunta, untuk itu masyarakat meminta bantuan kepada pemerintah mencari keadilan.

Salahsatu pemerhati masyarakat Leonardo mengatakan mereka ikut andil menyuarakan keadilan sebagai masyarakat yang taat hukum tentunya menginginkan mediasi secara baik. Dikatakannya mediasi yang baik bisa melahirkan suatu keputusan yang baik bagi kedua belahpihak.

“Namun pihak yayasan Sakura yang mengaku sebagai pemilik lahan tersebut pula tidak bisa memberikan kepastian akan adanya solusi  yang baik, ketegangan terus datang silih berganti melalui oknum yang datang ke wilayah itu, tapi kami sambut dengan baik,” ungkapnya kepada koranindonesia.id, di Jakarta, Senin (11/02/2019).

Sementara Ronald yang juga pemerhati masyarakat Babakan Ciparay Kelurahan Sukahaji mengatakan sebagai ketua militan DPD Barisan Pendukung Joko Widodo (BPJW) sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Apalagi pihak yayasan melakukan pengusiran secara paksa dengan membakar.

“Saya harap pemerintah ikut andil dalam konflik ini, diketahui tanah garapan tersebut sudah dibeli masyarakat melalui kelurahan Sukahaji. Tapi pihak yayasan mengakui tidak pernah menjual lahan tersebut,” terangnya.

Namun pihak masyarakat memiliki bukti tanda pembelian lahan tersebut, sehingga mereka membangun tempat tinggal ditempat tersebut. Bahkan warga sudah menempati lahan tersebut dari tahun 1983 hingga 2019, tapi kenapa pihak yayasan Sakura menggugat tanah tersebut milik mereka.

“Inilah yang membuat kami ikut membantu warga untuk mempertahankan hak mereka. Sebagai warga Indonesia yang peduli kami tetap membantu warga hingga mereka mendapat keadilan,” pungkasnya.

Sementara salahsatu warga menuturkan pihaknya akan bertahan tinggal di tempat tanah milik mereka. Diakuinya semua warga yang rumahnya di bongkar dan di bakar tetap bertahan dengan menggunakan tenda yang dipasang warga dilokasi tersebut.

“Kami meminta pihak yayasan Sakura bisa menunjukkan legalitas sertifikat pemilikan tanah mereka. Jangan hanya datang main gusur dan bakar, sementara kami sudah menunjukkan pembelian tanah yang kami beli dari kelurahan. Jadi, kami meminta keadilan dan meminta pemerintah dapat menegakkan keadilan. Bagi rakyat miskin,” tandasnya. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.