Banner sumsel

RPH Modern Palembang Segera Beroperasi

PALEMBANG, koranindonesia.Id – Meski pengerjaannya telah rampung satu tahun, namun Rumah Potong Hewan (RPH) modern berlokasi di Gandus tak kunjung dioperasikan oleh Pemerintah Kota Palembang. Padahal, dana yang dikucurkan pemerintah untuk RPH sapi tersebut tidak sedikit jumlahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan, sebelumnya ada beberapa hal yang perlu dilengkapi seperti saluran air  dan penambahan daya listrik. “Dua hari yang lalu sudah ada  tim audit yang datang ke RPH, tidak ada lagi hal yang harus di evaluasi lagi,” katanya.

Dijelaskannya RPH modern ini berkapasitas 200 ekor sapi. Artinya, untuk menghidupkan RPH tersebut membutuhkan  banyak pengusaha.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pada Desember mendatang baru akan melakukan pertemuan dengan 30 pengusaha untuk membahas tentang SDM yang akan bekerja di RPH tersebut. “Setelah ini selesai RPH Palembang akan segera beroperasi,” ujarnya.

Dia mengatakan, nantinya setiap perusahaan yang akan melakukan pemotongan sapi di RPH tersebut akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp50 ribu per sapi. “Kami hanya menyediakan tempat saja, yang mengelolanya SDM dari perusahaan yang sudah terdaftar di kami, kami targetkan Desember RPH ini sudah beroperasi,” jelasnya.

Bahkan pada 3 Desember mendatang direncanakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2014 tentang pembinaan dan retribusi rumah potong hewan akan segera diketok palu. “Pekerjaan fisik sudah selesai 100 persen,” terangnya.

Dia mengatakan, karena saat ini daya listrik di RPH tersebut masih sangat kurang, maka pihaknya sedang mengajukan penambahan daya listriknya. “Untuk listrik masih kurang maka dari itu saat ini kami sedang mengusulkan penambahan dayanya,” jelasnya.

Ia menambahkan setelah RPH ini selesai maka pihaknya menganjurkan semua pengusaha sapi melakukan pemotongan hewan di RPH Gandus karena sudah ada payung hukumnya berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2014 tentang pembinaan dan retribusi rumah potong hewan.

“Hewan yang dipotong harus terjaga keamanan, kesehatan dan kehalalannya. Prinsipnya di RPH itu ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Jadi harus sehat dan bersih,” terangnya.

Lantaran ada pengusaha sapi yang keluar dari RPH, sehingga sapi yang dipotong berkurang. Seharusnya, kebutuhan daging segar di Palembang 45 ekor atau sekitar 300 Kg sapai 400 Kg perhari. “Tapi karena ada pengusaha yang keluar sehingga rata-rata sapi yang dipotong  15-20 ekor perhari dari tiga pengusaha,” katanya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.