Banner sumsel

Rp 95 Juta Per Bulan dari GTP, BOT Pasar 16 Ilir Dievaluasi

PALEMBANG, koranindonesa.Id – Dinilai memiliki potensi besar pada pemasukan kas daerah, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya sedang mengevaluasi Build Operation and Transfer (BOT) pengelolaan pasar tersebut PT Gandha Tahta Prima (GTP).

Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Saiful mengatakan, pengelolaan Pasar 16 Ilir sebelumnya BOT dengan PT Prabu Makmur. Hanya saja karena ada one prestasi, sehingga kontrak baru dengan GTP dan masa BOT 20 tahun.

“Selama masa BOT dengan GTP dari sekitar tahun 2013, pemkot berharap lancar, tapi nyatanya perlu ada pembenahan,” ujarnya, Rabu (10/10/2018).

Saiful mengatakan, sejauh ini GTP masih melakukan penarik retribusi kepada pedagang di 16 Ilir sebanyak Rp5000 per pedagang. Pihaknya belum memberikan tindak Lanjutan.  Dari penarikan retribusi kepada ribuan pedagang di pasar tersebut, GTP memberikan 95 juta per bulan.

“Dikelola sendiri itu bagus, tapi Jika kita putuskan sepihak, GTP minta ganti rugi karena dia sudah kotrak sejak beberapa tahun lalu. Tapi masyarakat pun tahu kalau pasar ini pemiliknya tetap Pemkot Palembang,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa point yang harus dipenuhi dalam pengambilalihan pasar ini, salah satunya syarat diajukan pengelola yakni ganti rugi atau kompensasi yang harus diberikan PD Pasar. “Nilainya kita belum tahu, yang pasti besar, karena masih ada kontrak GTP,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya belum memutuskan apakah akan kembali dipegang oleh GTP atau perusahaan lain. Jika membuat kontrak baru dengan GTP atau dengan yang lain harus jelas. “Harus melalui proses, jika suratnya lengkap, maka kita akan evaluasi kontrak GTP,” ujarnya.

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) tersebut, saat ini masih di tangan Prabu Makmur. “Kita sudah kirim surat ke Prabu Makmur, belum juga di respon. Langkah selanjutnya kami cari surat, jika tidak ada maka kita akan umumkan bahwa akan diterbitkan surat baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, posisi Pasar 16 Ilir sangat strategis. Berada di tengah kota dan menjadi pusat perbelanjaan yang dikunjungi pembeli dari berbagai daerah. Kedepan, pihaknya berencana mengembangkan lantai atas pasar menjadi hotel ataupun restoran. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.