Banner sumsel

Ridwan Mukti dan Istri Dieksekusi ke Lapas Bengkulu

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengeksekusi mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari untuk menjalani hukuman pidananya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Bengkulu, Rabu (3/10/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Jaksa eksekutor benar telah mengeksekusi dua terpidana kasus suap senilai Rp1 miliar dari pihak kontraktor terkait proyek jalan di Bengkulu.

Keduanya terbukti telah melanggar Pasal 12 huruf (a) dan pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31/ 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Eksekusi Ridwan Mukti di Lapas Bengkulu dan Lily Martiani Maddari di Lapas Perempuan Bengkulu,” terangnya.

Febri menjelaskan kedua tersangka tersebut juga dikenakan denda oleh Pengadilan Tindak Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu masing-masing pidana kurungan selama sembilan tahun penjara, denda Rp400 juta subsider delapan bulan penjara.

“Untuk Hukuman Ridwan Mukti ditambah dengan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik, untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok,” tegasnya.

Kasus ini bermula ketika terdakwa Ridwan Mukti, yang juga merupakan mantan Bupati Musi Rawas (Mura), Sumatra Selatan (Sumsel) beserta istrinya Lily Martiani Maddari dan Direktur PT RPS Rico Dian Sari diduga menerima “fee” dari Kepala Perwakilan PT Statika Mitra Sarana Jhoni Wijaya terkait proyek jalan di dua kabupaten di Provinsi Bengkulu.

(erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.