Banner sumsel

Ribut Masalah Uang Setoran Ekstasi, Suryadi Dituntut 13 Tahun

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Suryadi alias Cong Adi hanya bisa tertunduk lesu saat mendengar tuntutan 13 tahun penjara dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (19/9/2019).

 

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ita Royani, perbuatan terdakwa yang

nyawa korban Usman terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KUHP.

 

Usai jaksa membacakan surat tuntutan, majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah menunda persidangan dan kembali akan dilanjutkan pekan depan depan agenda pembelaan.

 

Adapun tindak pidana pembunuhan yang dilakukan terdakwa terjadi di depan Kafe Star, area Eks Lokalisasi Kampung Baru, Jalan Teratai Putih Kecamatan Sukarami Palembang pada 28 April lalu.

 

Kejadian berawal pada 25 April korban Usman bertemu dengan terdakwa Suryadi memberikan pil ekstasi logo Gasper sebanyak 40 butir untuk dijualkan dengan harga Rp250.000 per butir.

Kemudian pada 26 April, terdakwa menemui korban Usman untuk menyerahkan uang hasil penjualan pil ekstasi kepada korban sebesar Rp3 juta.

 

Namun korban tidak mau menerima uang yang disetorkan terdakwa dengan alasan bahwa uang tersebut tidak sesuai dengan jumlah pil ekstasi yang diberikan.

 

Dua hari kemudian, saat terdakwa sedang duduk di depan Kafe Star datang korban menanyakan uang pembayaran pil ekstasi tersebut, namun terdakwa hanya diam.

 

Tiba-tiba korban langsung menusuk terdakwa menggunakan pisau dan mengenai belikat kiri terdakwa, kemudian saat korban mau menusuk kembali, korban ditarik salah satu pengunjung.

 

Sehingga terdakwa langsung lari untuk menyelamatkan diri, namun tetap dikejar korban, sampai akhirnya terdakwa masuk ke dalam rumah menemukan senjata api serta mengarahkan tembakan ke arah kaki korban.

 

Namun tembakan pertama itu meleset dan korban tetap berusaha mendekat, hingga akhirnya tembakan kedua mengenai leher serta membuat korban terkapar bersimbah darah. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.