Ribuan TPS di Kota Solo Masuk Kategori Rawan

SOLO, koranindonesia.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengidentifikasi ada sebanyak 1.241 TPS rawan di Kota Solo. Jumlah tersebut merupakan 71,50% dari total keseluruhan yang mencapai 1.734 TPS yang tersebar di lima kecamatan.

Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono mengatakan, penentuan TPS rawan tersebut dilakukan setelah Bawaslu mengadakan simulasi terkait pemungutan dan penghitungan suara di TPS Sondakan, Kecamatan Laweyan dengan diikuti 208 pemilih pada akhir pekan lalu. Simulasi tersebut berakhir pada pukul 00.30 WIB.

“Simulasi itu baru proses pungut dan hitung. Belum menyalin seluruh form dokumen,” terang Budi, Jumat (12/4/2019).

Dikatakannya, upaya simulasi yang dilakukan di Sondakan ini dilakukan supaya tidak ada perbedaan tafsir antara KPPS dengan saksi parpol, paslon maupun saksi DPD, dan tidak ada perbedaan tafsir antara saksi dengan pengawas TPS. Tafsir terkait misalnya suara sah, atau tidak sah.

Tafsir terkait dengan pemilih yang datang akan diberikan surat suara, lima surat suara, dua surat suara atau satu surat suara terlepas dari problematika teknis yang nanti muncul di lapangan.

Pihaknya menekankan, kepada seluruh jajaran Bawaslu agar memiliki integritas dan keseriusan untuk kemudian bisa mengawal proses pemungutan sampai penghitungan dengan merujuk ketentuan yang ada.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Solo, Agus Sulistyo mengaku, TPS rawan tersebut ditentukan berdasarkan dari empat variabel dan 10 indikator. Empat variabel itu antara lain penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih, kampanye, netralitas dan pemungutan suara.

Kemudian 10 indikator itu diantaranya, pemilih DPTb dalam sebuah TPS, pemilih DPK, TPS dekat rumah sakit, TPS dekat perguruan tinggi, TPS dekat lembaga lain. Dari aspek variabel kampanye akan terjadinya praktik money politic di TPS, larangan kampanye menghina atau SARA di TPS. “Netralitas ini terkait dengan petugas KPPS, pada pelaksanaan ada indikator TPS berada di dekat posko, rumah timses, atau peserta pemilu dan logistik,” pungkasnya.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.