Banner sumsel

Resmi, Tronton Dilarang Melintas di Jalanan Palembang Siang Hari

PALEMBANG, koranindonesia.id – Rentan menyebabkan kemacetan dan kecelakaan, kendaraan bertonase berat (tronton) resmi dilarang melintas di jalan-jalan protokol Kota Palembang, pada siang hari.

Ini sesuai dengan revisi Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 59/2011 terkait rute jalur mobil barang dalam kota yang dilarang melintas mulai pukul 06.00 – 22.00 WIB.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sulaiman Amin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, akan melakukan uji coba ini mulai November mendatang.

“Kami akan melakukan ujicoba dulu selama satu bulan untuk menerapkan revisi perwali ini, untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan angkutan barang,” ujarnya, Rabu (17/10/2018).

Sulaiman mengatakan, selain mengubah jam operasional, revisi ini mengarah ke rute jalur yang dilarang dilalui oleh kendaran betonase berat. Yakni Jalan Sudirman, Mayjen Ryacudu, Kapten A Rivai, Merdeka, Veteran, Angkatan 45, Perintis Kemerdekaan, Rajawali, Srijaya Negara, Jalan Dr M Isa, Jalan AKBP Cek Agus, Kol H Burlian, Bambang Utoyo, MP Mangkunegara, dan Brigjen Hasyim Kasim.

Sedangkan yang diperbolehkan selama 24 jam pada ruas Jalan Soekarno Hatta, Alamsyah Ratu Prawiranegara, Sriwijaya Raya, Yusuf Singadekane, Letjen Harun Sohar, Noerdin Panji dan Jalan Gub HM Ali Amin.

Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Palembang Sulaiman Amin (FOTO/IST)

“Mobil barang yang boleh tidak mengikuti perwali ini atau izin dispensasi adalah, jenis kendaraan angkutan bahan bakar dan angkutan sembako,” jelasnya.

Lanjut dia, jenis angkutan juga yang tidak diperbolehkan dengan muatan yang diatas 8 ton. Jika ada truk yang melanggar, pihaknya akan memberlakukan sanksi yang ditegakkan dengan mengandangkan kendaraan tersebut selama dua minggu. “Ini juga berlaku untuk truk yang parkir di badan jalan,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Kurniawan menambahkan, pihaknya akan membentuk tim terdiri dari TNI, Polisi dan Dishub untuk menegakkan sanksi bagi truk yang melanggar.

“Tim inilah yang akan bekerja untuk menegakkan perwali ini,” ujarnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.