Banner sumsel

Resmi Dilantik, Dirut PDAM Tirta Lematang Diminta Secepatnya Berbenah

LAHAT, koranindonesia.id – A Cholil Mansyur, resmi dilantik sebagai Direktur PDAM Tirta Lematang Lahat oleh Bupati Lahat Marwan Mansyur, yang juga adik kandungnya, Kamis (25/10/2018).

Bupati Lahat Marwan Mansyur menyebutkan,  banyak pekerjaan rumah yang harus diselsaikan mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat  ini.  Mulai peningkatan pipanisasi, kebocoran, kualitas air bersih hingga kualitas SDM yang ada di tubuh PDAM Tirta Lematang.

Marwan Mansyur juga meminta agar Cholil mampu memberikan perubahan dalam waktu satu bulan dalam hal peningkatan dan perbaikan PDAM Lahat tersebut.

Sebagai perusahaan daerah yang melayani masyarakat menurut Marwan, PDAM Tirta Lematang butuh percepatan dan optimalisasi, agar mampu memenuhi harapan masyarakat pelanggan air bersih.

“Kita berikan target satu bulan, sudah harus ada perubahan di PDAM.  Cholil harus mampu memberikan greget kemajuan. Secara formal PDAM Tirta Lematang telah berdiri sejak 24 tahun lalu.  Sudah melayani, namun belum maksimal,” kata Marwan Mansyur, usai pelantikan yang digelar di Op Room Pemkab Lahat, tersebut.

Marwan sendiri mengakui, perjuangan yang dilakukan Pemkab Lahat untuk mengoptimalisasi keberadaan PDAM Tirta Lematang sebagai pemasok air bersih bagi masyarakat Lahat sejak awal tidaklah mudah.

Mulai dari tidak adanya modal anggaran,  SDM yang belum mumpuni, hingga tingkat kebocoran yang tinggi.  Namun diyakininya,  jika dilakukan dengan kerja keras dan berusaha, hal tersebut tentu akan bisa diatasi. Selain itu, sebagai dirut menurut Marwan, Cholil juga harus mampu mencari peluang pendanaan. Selain mesti juga berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait tentunya.

Diketahui, Cholill Mansyur sendiri menggantikan dirut sebelumnya yang dijabat Hermidi, yang kini ditugaskan menjabat Dirut Hotel Bukit Serelo Lahat.

“Insya Allah dalam satu bulan ini kami mampu memberikan perubahan di PDAM Lahat.  Namun sebagai langkah awal, kami akan melakukan koordinasi dengan SDM yang ada di PDAM Lahat terlebih dahulu.  Kemudian evaluasi.  Selanjutnya apa yang menjadi keluhan masyarakat akan menjadi prioritas kita,” janji Cholil Mansyur.

Sebelumnya, Dirut PDAM Lahat,  Hermidi mengungkapkan berbagai persoalan yang ada di PDAM Tirta Lematang.  Menurutnya,  PDAM Tirta Lematang menyuplai air bersih kepada pelanggan sebesar 6.552 liter kubik per hari.

Namun,  dari angka tersebut sebesar 3.272 meter kubik harus terbuang sia sia akibat banyaknya kebocoran pipa.  Kendati demikian, kebocoran tersebut tidak mempengaruhi suplai air ke warga, yang idelanya menurut standar nasional maksimal sebesar 800 liter per pelanggan setiap harinya.

“Kenapa kita katakan tidak pengaruh, karena dari  6.552 liter tersebut, seyogyanya untuk melayani  8.190 pelanggan. Sementara PDAM Lahat,  hanya memiliki 4.100.  Kuota produksi sebanyak itu untuk menutupi kebocoran tersebut sehingga tidak berimbas ke pelanggan. Hanya saja ongkos produksi yang harus dibayar PDAM lebih mahal,” ungkap Hermidi pula.

Dikatakan Hermidi,  banyaknya pipa bocor dan harus diremajakan merupakan, beban tersendiri bagi PDAM untuk memaksimalkan pelayanan. Terlebih, PDAM sendiri tidak memiliki anggaran yang cukup, jika harus melakukan pembenahan termasuk membenahi saringan pipa induk tiga di Desa Karang Anyar, yang angkanya mencapai miliaran rupiah.

Kendati demikian, sejak menjabat 2017 yang lalu banyak pembenahan yang telah ia lakukan baik dari hasil produksi yang meningkat, dari 4.619 kubik per hari menjadi 6.879 per hari.  Sementara,  tingkat kebocoran yang dahulunya mencapai 53% kini hanya tersisa sekitar 35%.  Begitu juga dengan kualitas air.

(sfr)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.