Relawan Sekoci PADI Minta KPU Bekerja Jujur dan Adil

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diminta untuk bekerja dengan jujur dan adil. Permintaan tersebut disampaikan Ketua Harian DPP Relawan Sekoci PADI, Mayjend TNI (Purn) Rudjiono.

“Kami telah merasakan kemenangan melalui quick count internal dan hasil hitung real count internal juga merasakan gelombang dukungan masyarakat dilapangan. Oleh karena itu, pada saat ini tugas kami adalah mengawal kemenangan itu, dan jangan sampai KPU memanipulasi suara rakyat,” kata Rudjiono dalam acara Tasyakuran Kemenangan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 bersama Relawan Sekoci PADI se Jabodetabek di Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Dijelaskannya, kalau memang hitungan kemenangan yang telah dilakukan BPN Prabowo-Sandi sampai ada yang dimanipulasi oleh KPU, maka jajaran Relawan Sekoci PADI akan terus berjuang untuk mengawal suara rakyat tersebut. “Kalau memang secara konstitusional masih juga diabaikan, maka semunya kami serahkan kepada pemegang kekuatan tertinggi, yaitu rakyat,” imbuh Rudjiono.

Sebab, sambungnya, Pemilu Serentak 2019 sudah berjalan dengan baik, dan tingkat partisipasi rakyat pun meningkat dibandingkan Pemilu 2014 lalu. “Jangan pemilu yang sudah berjalan baik ini, dirusak oleh kecurangan penyelenggara pemilu,” sebutnya.

Dari data yang dimiliki Relawan Sekoci PADI meyakini, jika pasangan capres-cawapres Prabowo Sandi yang menang dalam Pilpres 2019. “Dengan data yang legal yang kami miliki, sudah terang benderang Prabowo-Sandi adalah pemenangnya,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Relawan Sekoci PADI Korcab Jakarta Barat Hanafi, mengatakan, dalam Pilpres 2019 banyak terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dilakukan pejabat penyelenggara pemilu mulai tingkat TPS di desa, kabupaten/kota , provinsi sampai pusat.

Bentuk kecurangan diantaranya penggelembungan suara, TPS dipindah, formulir C1 dibawa lari kemudian diganti.

“Dari laporan BPN dan tim di daerah kecurangan itu sangat ngeri sekali. Ada penggelembungan suara. Paslon nomor 02 dapat suara segini digeser diberikan ke 01, TPS dipindah, C1 dibawa lari. Bahkan ada yang dipalsukan,” bebernya.
(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.