Banner sumsel

Rekap Suara Empatlawang Rampung, PKS Kehilangan 1 Kursi DPR RI

PALEMBANG, koranindonesia.id – KPU Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) akhirnya menuntaskan kerjanya, melakukan rekapitulasi suara Pemilu 2019. Kabupaten terakhir yang menjadi tugas dari KPU Sumsel yakni kabupaten Empatlawang.

Namun, pil pahit harus diterima Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena harus kehilangan kursi DPR RI dari dapil Sumsel II.

Padahal, berdasarkan hasil DB1 yang dimiliki oleh DPW PKS Sumsel caleg DPR RI Iqbal Romzie dapil Sumsel II meraih kursi terakhir, namun karena adanya dugaan penggelembungan suara pada rekapitulasi suara KPU Empatlawang, PKS hanya meraih kursi ke 10 dari 9 kursi yang tersedia.

“Kursi kami hilang karena adanya dugaan penggelembungan suara di Muara Pinang, Pendopo, Ulu Musi, Tebing Tinggi dan lainnya,” kata saksi PKS Ridwan, di kantor KPU Sumsel, Senin (13/5/2019).

Menurut dia, berdasarkan DB1 selisih suara PKS dengan Salah satu partai hanya 500 suara namun karena adanya dugaan pengelembungan suara selisih suara lebih kurang 7 ribu suara.

“Dengan angka seperti ini kursi PKS  menjadi hilang karena adanya dugaan pengelembungan suara oleh salah satu partai politik sehingga menguntungkan caleg tersebut mendapatkan kursi terakhir untuk DPR RI periode mendatang,” ujar Ridwan.

Meski telah mengajukan keberatan DC2  kepada KPU Sumsel yang telah direkomendasikan oleh Bawaslu Sumsel namun rekapitulasi di Empat Lawang sudah selesai.”Padahal KPU sebagai penyelenggara profesional untuk mengakomodir dan menuntaskan apa yang menjadi persoalan,” ujar dia.

Meski keberatan yang diajukan tidak dilanjuti oleh KPU Sumsel, namun pihaknya mengajukan DC2 keberatan perolehan suara di tingkat KPU RI. “Keadilan masih ada, dengan adanya laporan ini pengawas pemilu menindaklanjuti dan ada tindak pidananya baik yang membuat maupun menggunakan suara tersebut,” tukasnya.

Caleg DPRD Sumsel dari Partai Golkar asal dapil Empatlawang, Pagaralam dan Lahat, David Al-Jufri tidak membantah, adanya dugaan penggelembungan suara di Empatlawang oleh partai politik, sehingga ada suara parpol tingkat DPR RI dan DPRD provinsi naik signifikan.

“Itu lah kenapa rekapitulasi Empatlawang diambil alih oleh Provinsi, KPU tidak dapat menindaklanjuti keberatan saksi karena deadline waktu, padahal kalau mau diselesaikan sangat bagus. Sehingga tidak ada persoalan lagi,” kata David.

Sementara itu KPU Sumsel telah mengetok palu menuntaskan rekapitulasi tingkat Provinsi selanjutnya Rekapitulasi dilakukan tingkat KPU RI hingga 22 Mei mendatang.
(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.