Banner Pemprov Agustus

Reisa: Mekanisme Manual Permudah Nakes Ikuti Vaksinasi COVID-19

JAKARTA, koranindonesia.id – Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan mekanisme manual dalam Program Vaksinasi COVID-19 mempermudah para tenaga kesehatan (nakes) untuk mengikuti vaksinasi tersebut.

“Saat ini, kami telah menerapkan mekanisme manual, sehingga nakes tidak perlu lagi mendaftar ulang dan tidak perlu menunjukkan SMS lagi ketika hendak melakukan vaksinasi,” kata Reisa dihubungi di Jakarta, Selasa.

Reisa mengatakan sebelumnya vaksinasi COVID-19 tahap pertama yang diprioritaskan bagi tenaga medis terkendala pada registrasi.

Namun demikian, kendala registrasi tersebut terus menerus diperbaiki, sehingga saat ini dengan sistem manual yang ada, para nakes tidak perlu lagi mendaftar ulang dan tidak perlu menunjukkan SMS ketika hendak melakukan vaksinasi.

“Mereka hanya tinggal datang saja ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa KTP. Ini tentu akan mempermudah bagi para nakes untuk mengikuti program vaksinasi ini,” kata Reisa dilansir antara.

Sementara itu, terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19 itu sendiri, Reisa mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi tersebut sejauh ini berjalan lancar. Antusiasme yang sangat tinggi juga terlihat dari para nakes yang akan divaksinasi COVID-19.

“Sejauh ini tidak ada penolakan. Bahkan para nakes ini antusiasimenya tinggi sekali,” katanya.

Untuk itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak khawatir divaksin COVID-19 karena telah terbukti keamanannya pada para nakes dan figur publik lain yang telah mengikuti vaksinasi.

“Kalau sampai ada yang menolak, sebenarnya kita harus mengingat kembali tujuan awal dari vaksinasi. Tujuan awalnya selain dia menciptakan imunitas personal, imunitas spesifik untuk pribadi, tapi dia (vaksin COVID-19) juga tujuannya untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok,” katanya.

“Jadi kita berharap (dengan vaksinasi COVID-19), virus (SARS-CoV-2, penyebab COVID-19) ini nanti akan segera hilang kalau mayoritas sudah memiliki kekebalan spesifik terhadap virus ini. Jadi virusnya sudah enggak tahu lagi nih mau menginfeksi siapa, karena kebanyakan masyarakatnya kebal,” kata Reisa.

(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.