Banner sumsel

Rawan Penyimpangan, Bawaslu Terjunkan Puluhan Pengawas Awasi Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

SOLO, koranindonesia.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo menerjunkan Pengawas di tingkat Kecamatan maupun Kelurahan untuk melakukan pengawasan terhadap proses rekapitulasi perolehan surat suara di tingkat kecamatan. Upaya ini dilakukan, mengingat rawan terjadinya penggelembungan maupun penyusutan perolehan suara.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Solo, Muh Muttaqin mengatakan, hasil rekap KPPS di Tempat Pemunguta Suara (TPS) yang dilaksanakan sebelumnya, merupakan pedoman bagi penghitungan perolehan suara di tingkat berikutnya. Ada sebanyak 66 pengawas yang akan diterjunkan dalam mengawal suara rakyat tersebut.

“Sebanyak 66 pengawas dari kecamatan maupun kelurahan kita minta untuk mengawasi proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan,” terang Muttaqin, Minggu (21/4/2019).

Rencananya, pengawas yang dikerahkan akan dibagi secara bergilir dalam proses pengawasan rekapitulasi suara. “Tiap pleno rekapitulasi suara biasanya berbasis kelurahan, maka saat jadwal kelurahan yang diplenokan maka kita akan sesuaikan panwas kelurahan yang berjaga didampingi panwas kecamatan,” jelas Muttaqin.

Dalam hal mengkuti rapat pleno tigkat kecamatan, tiap pegawas membawa salinan C1, foto C1 plano dan kelengkapan rekap penghitungan di tingkat TPS yang dilakukan PTPS sebelumnya. “Data pengawasan kita di TPS lalu senantiasa kita sandingkan dengan rekapitulasi, sehingga fungsi kontrol akan tetap berjalan,” imbuh Muttaqin pula.

Sementara itu, anggota Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa Arif Nuryanto mengatakan, di beberapa wilayah diketahui rekap pleno tingkat kecamatan dilaksanakan hingga larut malam, namun di lain kecamatan hanya dilaksanakan sampai sore hari.

“Kami minta awasi betul, jangan sampai kalau ada misalnya ada data salah, kemudian tanpa terkoreksi. PPK juga harus memperhatikan faktor fisik penyelenggara pemilu, jangan sampai kelelahan lagi dan akhirnya salah input,” sambung Arif.

Hal ini bukan tanpa alasan dikarenakan, faktor kelelahan menyebabkan, beberapa KPPS keliru dalam menuangkan berita acara, selain itu beberapa pengawas mendapati C1 berhologram masih kosong belum di isi. “Pengawas jangan segan memberikan masukan jika memang harus ada revisi atau lainnya,” pungkas Arif.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.