Banner sumsel

Ratusan Guru Honorer Geruduk DPRD Sumsel

PALEMBANG, koranindonesia.id – Ratusan guru honorer di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mendatangi kantor DPRD Sumsel, Kamis (4/10/2018).

Kedatangan mereka untuk meminta dukungan menyuarakan agar penerimaan CPNS K2 khususnya tenaga pengajar, tidak ada syarat pembatasan usia.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel Ahmad Zulinto mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan para honorer ini sebagai bentuk penolakan terhadap peraturan Menpan-RB Nomor 36 dan 37 yang berisi tentang persyaratan pembatasan usia pada penerimaan CPNS dari jalur honorer untuk 2018.

“Saat ini masalahnya banyak yang melewati batas usia tersebut,” katanya saat ditemui di DPRD Sumsel.

Diakuinya, sejauh ini jumlah honorer K-2 di Sumsel sebanyak 7.033 orang yang tervalidasi di Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebagian besar jumlah honorer tersebut sudah melewati batasan usia yang disyaratkan pada penerimaan CPNS 2018.

Karena itu, dirinya berharap agar pemerintah dan DPRD Sumsel dapat mendukung dan mengakomodir aspirasi para guru honorer tersebut, dengan menghapuskan syarat batasan usia itu.

“Sebagai PGRI kami tentunya sudah bergerak agar persyaratan ini segera ada solusinya, diharapkan dengan aksi ini juga dapat menjadi pertimbagan Presiden dan pemerintah pusat,” imbuh dia.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel Widodo mengaku, sebagai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel pihaknya mendukung penuh semua ini untuk membatalkan syarat pembatasan usia untuk honorer K2.

“Mudah-mudahan ini direspon cepat, sehingga dapat ditemukan solusi yang baik,” kata Widodo singkat.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.