Ratusan Driver Ojek Online Datangi DPRD Sumsel

PALEMBANG, koranindonesia.id- Ratusan driver ojek online di dalam Kota Palembang, Senin (23/04/2018) pagi  menggelar aksi damai 234 di halaman DPRD Sumsel. Aksi ini dijaga ketat ratusan personil Polri.

“Kami meminta aplikator  lebih memikirkan nasib mitranya (driver,” ujar Rusdi, koordinator aksi.

Pantauan terlihat ratusan driver ojek online sudah berdatangan  di halaman DPRD Sumsel pada pagi hari dengan membentangkan sejumlah spanduk yang berisi tuntutan kepada aplikator.  Aksi damai yang  massanya driver Gojek ini tidak sampaikan mengganggu arus lalulintas di seputar DPRD Sumsel.

[irp posts=”6992″ name=”DPRD Sumsel Janji Akan Selesaikan Masalah Driver Ojek Online”]

“Kami hanya ingin hak-hak kami dipenuhi, tidak minta yang neko-neko,” kata salah seorang peserta aksi yang mengaku  bernama Endang.

Pada aksi itu, massa menyampaikan 11 tuntutan, antara lain meminta pemerintah untuk menindak tegas aplikator nakal yang ingin menghancurkan perekonomian mitranya yaitu rakyat Indonesia.

Kemudian mengusir aplikator luar negeri yang ingin menghancurkan perekonomian dan sosial mitra (rakyat Indonesia), dan selanjutnya meminta pemerintah mendorong dan membantu aplikasi karya anak bangsa dalam membangun NKRI.

Massa juga mendesak pihak  penyelenggara aplikator untuk menghentikan persaingan tidak sehat antar aplikator yang dapat merugikan para mitra sehingga terjadi gejolak sosial. Kemudian menyiapkan, merancang, dan melaksanakan sistem secara matang dalam mensejahterakan dan meningkatkan pendapatan serta taraf hidup yang layak bagi mitranya.

Massa juga mendesak aplikator untuk mengembalikan perhitungan performa menjadi 40 persen. Para driver juga mendesak memberlakukan tarif per kilometer Rp 3000 hingga Rp 5000. Serta meminta aplikator untuk tidak membuat dan memberlakukan kebijakan sepihak yang merugikan mitranya, seperti menaikkan poin, performa, serta melakukan suspend sepihak.

Massa driver berharap kedepannya aplikator bisa merubah kebijakan  yang tidak merugikan  mitranya (driver). “Aplikator  harus sharing dan temui mitranya, mari kita berdialog demi kebaikan bersama,”   teriak massa. (lan/int)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.